Nalar.ID

Bentuk ‘Ajang Bakat Cilik Indonesia’, Ini Misi JS Production untuk Dunia Anak

Nalar.ID – Belum banyak perusahaan yang memiliki kepeduli terhadap dunia anak-anak. Salah satu yang memiliki kepedulian tinggi adalah Jakarta Sinema (JS) Production. Berkantor di Pecenongan, Jakarta Pusat, rumah produksi ini sudah hadir di Indonesia sejak 2016.

Dirut JS Production Berdlando Hutape menuturkan, perusahaan tersebut memberikan ruang dan kesempatan kepada masyarakat untuk menyalurkan potensi dan bakat generasi cilik.

Ditemui Nalar.ID di Jakarta belum lama ini, Berdlando menuturkan, kehadiran perusahaan ini bertujuan mengembangkan bakat anak-anak. Mulai dari dunia seni peran, olah vokal, hingga bakat terpendam lainnya.

“Pertama kali berdiri, kami memang ingin mencari bibit baru di dunia entertainmen. Nantinya, bakat-bakat ini akan kami salurkan dan arahkan kreativitas mereka untuk menjadi calon bintang-bintang baru di Tanah Air,” ujar Berdlando.

JS Production dan ABCI Berdlando Hutape - nalar.id
Komisaris JS Production, James Ruhut Hutapea, SH. NALAR/Dok.pribadi

Dalam tiga tahun terakhir, kiprah JS Production dalam membuat program kreatif telah teruji. Mulai dari penggarapan program reality show di televisi lokal di Bandar Lampung, Surabaya, hingga Yogyakarta.

Menyanyi, Menari dan Akting

Terbaru, JS Production sedang mengerjakan program talent search bernama Ajang Bakat Cilik Indonesia (ABCI). Diketahui, ABCI merupakan ajang pencarian bakat menyanyi, menari, dan akting bagi anak-anak Indonesia.

Sebelumnya, proses audisi ABCI telah digelar sejak 20 Mei hingga 30 Agustus 2019. Audisi dilakukan dengan kerjasama melalui retail Indomaret di sejumlah kota besar di Indonesia. Sistem penilaian juri berdasarkan pada video kiriman masing-masing peserta.

Ratusan peserta audisi terkumpul dari sejumlah kota besar di Indonesia. Medan, Palembang, Lampung, Jabodetabek, Bandung, Magelang, Majalengka, Subang, Solo, Semarang, Yogyakarta, hingga Surabaya.

Berdlando, yang ikut merangkap Project Manager ABCI menuturkan alasannya membuat ajang ini. Ia ingin mengembalikan esensi industri anak-anak yang sebenarnya.

“Sebab, saat ini sudah banyak program bakat anak-anak di televisi, tetapi masih membawakan lagu-lagu penyanyi dewasa. Dengan ajang (ABCI) ini, kami ingin sekaligus ingin mengembalikan kejayaan bintang-bintang cilik yang dulu pernah bersinar,” terangnya.

Dalam proses penilaian, para peserta yang ikut kontes ini diwajikan menyanyikan lagu anak-anak. “Kami ingin meningkatkan jiwa nasionalisme terhadap anak-anak sejak dini,” katanya.

Selain itu, mereka diminta menari sesuai identitas dan usia anak-anak, dan akting sesuai kapasitas mereka.

Sampai sekarang, sudah ada 50 anak atau peserta yang tersaring. Dari 50, akan disaring hingga 30, 20, dan 10 besar.

Tantangan Peserta

Setiap tahapan, para peserta akan melalui  sejumlah tantangan. Mulai dari mengikuti cuplikan sebuah adegan film anak hingga menghapal dialog.

“Bahkan ada beberapa peserta belum tahu lagu nasional. Misalnya, lagu Ibu Pertiwi, dan Desaku,” katanya.

Dirut JS Production Berdlando Hutape, bersama Deputi Menteri Perlindungan Anak, Nahar. NALAR/Dok.pribadi

Karena perdana, ABCI baru berlangsung di Pulau Sumatra dan Jawa. Sejauh ini, Berdlando ingin melihat respon masyarakat terlebih dahulu. Ternyata, lanjutnya, respon masyarakat baik. Jika ABCI pertama sukses, ia berencana akan membuat audisi ABCI ke dua di seluruh Indonesia.

Dengan ajang ini, Berdlando ingin mengubah paradigma masyarakat kalau untuk menjadi seorang artis tidaklah mudah atau instan. Menurutnya, ini butuh perjuangan keras dalam berlatih dan menempa skill untuk menjadi entertainer sejati.

Nantinya, seusia proses audisi rampung, akan terpilih beberapa talent berbakat. Setelah itu, Berdlando dan tim-nya akan memberikan kesempatan mereka masuk ke dunia layar lebar.

Dalam kesempatan yang sama, Komisaris JS Production, James Ruhut Hutapea, SH., mengatakan, semoga ABCI bisa menjadi wadah dalam mengembangkan kreativitas anak sejak dini dan sesuai kapasitas mereka. “Semoga ABCI bisa diselenggarakan secara berlanjut,” kata James.

Hal senada diungkapkan oleh pemerhati anak, Kak Seto Mulyadi. Sebagai sahabat anak, ia menaruh apresiasi tinggi terhadap ajang ABCI ini.

“Tentu, dalam upaya untuk memenuhi hak anak agar menjadi tumbuh dan berkembang sesuai dengan potensinya masing-masing,” ucapnya.

Penulis: Veronica Dilla | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi