Nalar.ID

Bentuk Kerjasama RI-UEA di Bidang Farmasi-Alkes

Nalar.ID, Yogyakarta – Belum lama ini, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin bertemu Wakil Asisten Sekretaris Kebijakan dan Perizinan Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan dan Pencegahan Uni Emirat Arab (UEA) Amin Al Ameeri.

Mereka membahas kerja sama bilateral antar kedua negara terkait industri farmasi dan alat kesehatan.

“Salah satu fokus kerjasama ini adalah membangun lebih banyak penelitian dan kapasitas produksi yang terdistribusi pada vaksin, terapi, dan diagnostik (VTD), yang akan memberi pemerataan dan akses yang lebih baik untuk setiap negara ketika pandemi,” ujar Menkes Budi.

Hal ini mengingat memasuki tahun ketiga pandemi, dunia masih menghadapi COVID-19 serta ancaman varian baru.

Untuk itu, akses terhadap VTD serta perbaikan sistem pelayanan kesehatan, jadi komponen vital sehingga perlu diperkuat untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 dan mengakhiri fase akut pandemi.

Dengan posisi Indonesia sebagai rumah lebih dari 5 produsen vaksin, 220 produsen farmasi, serta lebih dari 650 produsen alat kesehatan yang sebagian besar telah diakui dalam standar global, dengan pengalaman mengekspor produk ke seluruh dunia, ia optimis Indonesia memiliki potensi besar untuk membantu memenuhi supply farmasi dan alat kesehatan global.

“Kemitraan bilateral adalah salah satu jalan mencapai perawatan kesehatan yang lebih baik. Sistem kesehatan yang lebih tangguh dan berkontribusi pada upaya global menangani pandemi di masa depan,” tuturnya.

Penulis: Alamsyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi