Nalar.ID

Berbiaya Rp20 Miliar, Ini Keistimewaan Film ‘Jeritan Malam’

Nalar.ID – Film Jeritan Malam mulai tayang di bioskop Tanah Air pada 12 Desember 2019. Film karya sutradara Rocky Soraya ini mengangkat kisah horor yang pernah heboh tahun 2015 silam di situs Kaskus. Hingga dijadikan buku dengan judul serupa.

Film ini dibintangi oleh sejumlah bintang tenar. Ada Herjunot Ali, Cinta Laura, Idra Brasco dan Winky Wiryawan. Film garapan rumah produksi Soraya Intercine Films ini diklaim sebagai film horor termahal di Indonesia.

Rocky Soraya membenarkan bahwa film ini termasuk salah satu film horor termahal di Indonesia. Sebab, diperkirakan menelan biaya hingga Rp 20 miliar. Film ini menghabiskan biaya besar karena hampir semua dibuat real atau tak banyak menggunakan efek CGI.

“Syuting 54 hari bersama ratusan kru. Butuh biaya lumayan besar. Film ini kami usahakan enggak banyak pakai CGI. Pakai real set, dan itu lebih mahal daripada bayar CGI dan background-nya diganti,” papar Rocky.

Film ini bercerita tentang Reza (Herjunot Ali) yang diterima dan bekerja di perusahaan di Jakarta. Namun akhirnya ia dipindah ke Jawa Timur. Di Jawa Timur, ia menempati mess milik perusahaan.

Lalu ia bertemu dengan Minto (Indra Brasco), Indra (Wingky Wiryawan), dan Dikin (Fuad Idris) yang lebih dulu menempati mess itu.

Dikisahkan, Reza adalah anak cerdas. Ia lebih mementingkan logika ketimbang meyakini hal-hal berbau mistis. Rasa penasarannya dengan makhluk tak kasat mata muncul ketika kekasihnya, Wulan (Cinta Laura) mendadak ketakutan saat mampir ke mess tempat Reza tinggal.

Penasaran, Reza tertarik mengetahui kejadian-kejadian mistis di mess itu. Reza lalu mengajak para penghuni mess mendatangi dukun sepuh untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Untuk mengetahui hal itu, Reza harus melakukan ritual agar ia bisa melihat hal-hal tak kasat mata dan bisa mengetahui latar belakang aneka kejanggalan di mess.

Film Jeritan Malam digarap dengan pengambilan gambar cukup apik. Alur cerita yang tak mudah ditebak membuat penononton kian penasaran untuk mengetahui ending ceritanya.  Sebagai film horor lokal, film ini berpotensi menjadi salah satu karya terbaik.

Penulis: Veronica Dilla | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi