Nalar.ID

Berkat Inovasi Dana Desa, Kemiskinan di Desa Jabar Berkurang

Nalar.ID – Pemanfaatan Dana Desa didukung oleh pemerintah provinsi membuat perubahan signifikan bagi desa-desa di Jawa Barat sejak tahun 2015 hingga Kini. Jumlah Desa Mandiri dan Desa Maju bertambah seiring penurunan tingkat kemiskinan di pedesaan.

“Ini karena program inovasi dari desa yang sangat dirasakan masyarakat,” kata Kadis Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Pemprov Jawa Barat (Jabar) Dedi Supandi, dalam diskusi di Jakarta, belum lama ini.

Ia menilai, pengelolaan Dana Desa di pedesaan Jabar juga ditunjang oleh ekosistem pemberdayaan desa yang dibangun oleh Pemprov Jabar.

Secara garis besar, Jabar memiliki program Desa Juara dengan menggulirkan program Digitalisasi Layanan Desa, Gerbang Desa (Gerakan Membangun Desa), dan One Village, One Company (OVOC).

Dedi memaparkan, sejak Dana Desa digulirkan dengan model Desa Juara, jumlah Desa Sangat Tertinggal dari 48 tahun 2018 menjadi menjadi nol pada 2019 ini. Perkembangan signifikan juga terjadi di tingkat Desa Maju yang meningkat dari 625 tahun 2018 menjadi 1.232 tahun ini. “Status Desa Mandiri dari 2015-2018 hanya 37, sekarang melonjak naik menjadi 98,” urainya.

Berbagai inovasi desa itu, menurut Dedi turut berdampak terhadap angka kemiskinan di Jabar. Berdasarkan hasil Badan Pusat Statistis (BPS), tingkat kemiskinan di Jabar menurun dari 7,45 persen tahun 2018 menjadi 6,91 persen. Selain itu, kemiskinan di perkotaan Jabar dari 6,45 persen, turun menjadi 6,03 persen. Adapun tingkat kemiskinan menurun dari 10,25 persen, menurun menjadi 9,79 persen.

Selain infrastruktur dasar yang dibangun, seperti jembatan, pasar desa, irigasi, pasar desa, embung, air bersih, fasilitas MCK, fasilitas pendidikan anak usia dini, dan posyandu juga membangun sejumlah inovasi tambahan.

“Yang menarik inovasi muncul di beberapa desa. Misalnya, per Oktober 2019, ada beberapa desa memakai untuk perpustakaan digital, hunian layak huni, dan desa wisata,” jelas Dedi.

Terkait digitalisasi di desa, Dedi menambahkan, Pemprov Jabar juga memberi 600 titik wifi gratis. Ini bekerja sama dengan BAKTI Kementerian Kominfo untuk meningkatkan layanan publik perangkat desa.

Penyaluran Dana Desa dari pemerintah pusat sejak tahun 2015 untuk Jabar dari Rp1,5 triliun menjadi Rp5,7 triliun tahun ini. Total ada 5.312 desa yang tersebar di 18 kabupaten, dan 9 kota provinsi Jabar.

Penulis: Erha Randy | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi