Nalar.ID

Berkebaya dan Memakai Kain Nusantara di Pantai? Siapa Takut

Nalar.ID – Ada pemandangan berbeda di Lagoon Beach, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara, Selasa (13/8) petang. Sekitar 20 perempuan yang tergabung dalam Bunda Milenial Berkebaya dari berlatar belakang berbeda asyik bermain bola voli di pantai. Sambil menunggu sunset di Lagoon Beach, mereka tampak berfoto di dermaga dan tepi pantai.

Sejak petang hingga malam, mereka tampil ceria dengan mengenakan kain nusantara yang membalut tubuhnya. Termasuk mengadakan senam Maumere dan Tobelo di atas pasir putih yang diikuti beberapa pengunjung.

Sisca Rumondor, salah seorang pengggas gerakan ini mengaku memilih pantai sebagai ajang ‘catwalk’ berbusana kain tradisional karena ingin suasana berbeda.

“Siapa bilang ke pantai harus selalu pakai bikini atau baju renang. Ternyata, berkain nusantara dan kebaya pun enggak masalah. Dengan warna cerah dan cantik, dalam kondisi apapun dan aktivitas selama di pantai, bisa saja dilakukan,” kata Sisca.

Edukasi dan Imbauan

Ia menambahkan, dalam rangka memasyaratkan dan mengajak orang, khususnya perempuan Indonesia untuk melestarikan budaya bangsa dengan cara berpakaian, pilihan pantai hanya salah satu wujud edukasi dan imbauan.

kebaya dan kain tradisional Sisca Rumondor - nalar.id
Salah seorang perempuan yang tergabung dalam Bunda Milenial Berkebaya melakukan kegiatan dan kampanye mengenakan kebaya dan busana nusantara di Lagoon Beach, Ancol, Jakarta Utara, Selasa (13/8) petang. NALAR/Dok.pribadi.

“Ternyata pakai kain nusantara dan kebaya, bisa saja dipakai di pantai. Enggak jadi repot atau ribet. Banyak menjadi perhatian bagi pengunjung dan apresiasi. Tetap elegan, sopan dan cantik karena warna kain nusantara yang dipakai adalah dari berbagai daerah,” jelasnya.

Setelah Ancol, agenda berikutnya, mereka akan bertolak ke Cirebon dan Solo dengan transportasi kereta api pada September mendatang. Di dua kota itu, mereka akan menyosialisasikan imbauan memakai untuk nusantara dan kebaya. Selain itu, akan mencari dan mengoleksi kain dan kebaya asli asal Cirebon, Solo dan kota-kota lainnya.

“Memakai kain nusantara dan kebaya, enggak harus di pesta pernikahan atau acara resmi. Di kegiatan sehari-hari pun bisa dan mudah,” ujarnya.

Penulis: Veronica Dilla | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi