Nalar.ID

Berkostum Dayak, Wilda Siap Berlaga di ‘Miss Supranational 2018’ Polandia

Jakarta, Nalar.ID – Puteri Indonesia Pariwisata 2018, Wilda Octaviana Situngkir, siap berlaga di di kontes kecantikan dunia Miss Supranational 2018, pada Desember mendatang di Mosir Krynica Zdroj, Polandia.

Di sana, Wilda, membawa bekal 40 busana desainer anak negeri dengan masa karantina 20 hari. “Harus 2 pakaian setiap hari. Total 20 (hari) kali 2 (kali sehari),” kata Wilda, dalam keterangan media, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Sejumlah busana diantaranya, Evening Gown karya Eko Tjandra. Gaun malam bertema Echanting Beauty of West Borneo ini menggambarkan keindahan dan kekayaan alam, etnis, adat, seni, dan budaya, di Kalimantan Barat.

Lalu, Coctail Dress karya Jacobs Aditya. Kostum itu bertema Find Joy In The Journey, inspirasi dari style Hollywood klasik tahun 1950-an. Di mana salah satu artis favorit sang desainer, yaitu Marlyn Monroe. Dengan karakter Monroe pemberani, fashionable, seksi, dan elegan, dinilainya cocok dengan Wilda yang periang dan cerdas.

(Wilda Octaviana Situngkir. Nalar.id/Isitimewa)

Kemudian Winter Look karya Diana M. Putri. Kostum ini khusus dirancang untuk Wilda agar tidak menghalangi aktivitasnya dengan cuaca Polandia dingin dan bersalju. Ia juga membawa kebaya Intan Avantie, kostum nasional Dynand Fariz, hingga busana karya Defrico Audy, dan lainnya.

Ini tahun ke-6 Yayasan Puteri Indonesia (YPI) mengirim perwakilan ke ajang itu. Wilda akan bersaing dengan finalis dari 82 negara. Karantina berlangsung di Polandia, mulai 18 November. Sementara, grand ginal, digelar 7 Desember 2018.

Selain mental, ia menjaga kesehatan dengan rutin berolahraga. “Karena nanti hectic (sibuk) banget, mental penting. Lalu kesehatan, dengan olahraga, makan sehat, seperti buah, dan sayur. Nge-gym, setiap hari tiga jam atau seminggu tiga kali. Karena nanti ada sesi menampilkan tubuh sehat,” imbuhnya.

Wilda juga diberi bekal kelas table manner, current issue, filosofi, filsafat, dan Bahasa Inggris. Perempuan kelahiran 27 Oktober 1995 ini giat ikut kelas bahasa Inggris karena merasa kekurangan di bidang itu.

Tak lupa, ia akan menunjukkan bakat menari tarian tradisional daerahnya, yakni Kalimantan, yang digabung tari modern. “Aku mau tunjukkan bahwa kita punya budaya begitu hebat,” pungkasnya.

Penulis: Ceppy F. Bachtiar | Editor: Ezar Radinka

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi