Nalar.ID

Bisnis Rontok Terdampak Covid-19, Pengusaha Tega PHK Pegawai?

Nalar.ID, Jakarta – Rosan Roeslani, Ketua Umum Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia mengatakan saat ini pengusaha masih terus mencoba menghindari opsi pemutusan hubungan kerja (PHK) terkait ketidakpastian usaha akibat dampak virus Covid-19.

Dengan menerapkan PHK, kata Rosan, pengusaha bakal berpikir dua kali. Sebab, PHK bukan hanya memutuskan hubungan kerja. Lebih dari itu, pengusaha harus disertai membayar pesangon.

“Saya dapat laporan, sekarang para pengusaha PHK final, enggak. Karena mereka mesti bayar pesangon juga,” ucap Rosan, Selasa (31/3/2020).

Rosan menilai, banyak tindakan pengusaha saat ini adalah merumahkan karyawan. Sementara gaji pegawai banyak yang dipangkas. “Ada pula yang dibayar 50%. Bahkan ada yang berat 30% saja. Terutama usaha perhotelan,” tukasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Sekretaris Jenderal Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Maulana Yusran mengatakan ada hotel yang kabarnya telah melakukan PHK, yakni Hotel Aryaduta milik Lippo Group.

“Saya enggak tahu detail. Saya sudah dengar PHK di sana,” kata Maulana.

Maulana memprediksi, badai PHK bakal terjadi lagi di sektor perhotelan pada April 2020. Di tengah gempuran virus Covid-19, perhotelan di Tanah Air tak memperoleh pemasukan, tetapi harus menanggung tingginya biaya operasional.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi