Nalar.ID

BPS: Pengangguran Lulusan Perguruan Tinggi Capai 5,8%

Nalar.ID, Jakarta – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengajak Jaringan Pengusaha Nasional (JAPNAS) untuk berperan jadi inkubator melahirkan lebih banyak pengusaha muda. Hal ini menyukseskan target Presiden Joko Widodo untuk melahirkan 1 juta wirausaha baru.

Dalam Peraturan Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Kewirausahaan Nasional, secara tegas ingin menggapai percepatan pencapaian target kewirausahaan 3,95 persen akhir tahun 2024.

Diakui Bamsoet, kewirausahaan menawarkan potensi meningkatkan pembangunan ekonomi, pengentasan kemiskinan, dan pertumbuhan ekonomi dengan terciptanya lapangan pekerjaan.

Sayangnya, menurut data Kementerian Koperasi dan UKM, tahun 2020, rasio tingkat kewirausahaan (UMKM) terhadap jumlah penduduk di Indonesia saat ini masih belum optimal.

“Baru mencapai 3,5 persen. Masih tertinggal jika disbanding negara tetangga seperti Singapura 8,7 persen dan Malaysia 5 persen,” ujar Bamsoet.

Ia menjelaskan, tingkat kewirausahaan yang rendah di negara berkontribusi pada kurangnya lapangan pekerjaan dan peningkatan jumlah pengangguran. Mayoritas pengangguran di Indonesia terjadi dikalangan lulusan SMA/SMK dan sarjana.

“Data Badan Pusat Statistik tahun 2019 menunjukkan pengangguran dari lulusan perguruan tinggi mencapai 5,8 persen. Pengangguran terdidik dari tahun ke tahun makin meningkat dan mendominasi,” jelasnya.

Ia menerangkan, JAPNAS juga bisa memanfaatkan kebijakan Jokowi yang telah mengarahkan agar 40 persen anggaran belanja barang dalam APBN, APBD dan BUMN digunakan untuk membeli produk dalam negeri. Sehingga bisa memberi kontribusi 2 persen terhadap peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional.

Adapun, tahun 2022, diperkirakan potensi pembelian produk dalam negeri melalui belanja pemerintah mencapai Rp 1.481 triliun.

“Sementara melalui BUMN mencapai Rp 420 triliun. Perlu peran pengusaha nasional untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Sehingga bisa mendapat manfaat dari belanja pemerintah dan BUMN,” pungkasnya.


Penulis: Alamsyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi