Nalar.ID

Bunda, Ini 9 Cara Mulai Usaha Kecil Usai di PHK

Nalar.ID, Jakarta – Siapa tidak sedih saat Anda atau orang terdekat terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Sejatinya, Anda tak perlu putus asa apalagi sampai bunuh diri saat di PHK.

Bila Anda seorang ibu berkeluarga dan punya anak, sebagian besar penghasilan Anda mungkin akan hilang. Tetapi, justru akan membuat Anda memiliki waktu lebih untuk anak-anak.

Tak perlu risau. Agar tetap punya penghasilan usai di PHK, usaha kecil-kecilan boleh dicoba.

Sebelum memulai usaha, simak cara ini, dalam sumber buku ‘Peluang Usaha untuk Ibu Rumah Tangga Modal 1 Juta’, dirangkum Nalar.ID, Senin (25/5/2020).

1.Fleksibel

Jika bekerja di luar rumah dari pukul 09.00 sampai 17.00 WIB, maka akan tiba di rumah malam hari. Saat itu, anak-anak telah terlelap. Dengan memiliki usaha rumahan, akan ada lebih waktu lama bersama anak.

2.Bantu Suami

Selain memiliki banyak waktu luang, melakoni usaha kecil-kecilan turut membantu suami menjalankan roda ekonomi keluarga. Siapa tahu, beberapa tahun ke depan usaha kecil ini beromzet jutaan hingga miliaran.

3.Hobi

Jangan menjalankan usaha yang tak Anda sukai. Selain menyedot tenaga, hasilnya belum tentu maksimal. Usaha akan lebih menjanjikan bila dilakukan sesuai hobi yang dimiliki.

4.Potensi

Harus mengenali potensi dan kelebihan diri terlebih dahulu. Tujuannya, agar dapat bisnis yang sesuai hobi.

5.Ide

Buatlah dalam sebuah buku catatan berbagai macam ide. Ini untuk membantu Anda menemukan karakter bisnis yang akan dijalankan.

6.Tetangga

Konsumen atau klien terdekat adalah tetangga sendiri. Terutama saat membangun bisnis rumahan. Sebelum memulai usaha, rangkul mereka terlebih dahulu.

7.Komunitas

Memanfaatkan komunitas yang dimiliki, seperti ibu-ibu pengajian, wadah pertemuan, arisan RT/RW, atau orangtua murid. Perkenalkan salah satu produk di komunitas itu. Lihat respon mereka. Jika positif, sudah bisa memulai bisnis dengan lancar. Jika negatif, terbukalah terhadap kritik.

8.Tanya

Untuk langkah awal, tanya apa saja yang mereka sukai hingga barang-barang yang sering dibeli. Setelah Anda tahu, coba menjajakan barang-barang yang akan di jual dengan harga promosi.

9.Survei

Alangkah baiknya, bisnis dimulai dari hal-hal yang kita gemari. Tetapi, tidak salah jika memulai dengan melihat kebutuhan lingkungan sekitar. Langkah awal, lakukan saja bisnis yang sudah ada. Setelah itu, cari cara dan inovasi untuk merangkul pasar atau market lain.

Penulis: Febriansyah | Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi