Nalar.ID

Cara Asosiasi Media Siber Sambut Revolusi Industri 4.0

Nalar.ID – Guna merespon tantangan revolusi digital 4.0, khususnya di bidang media siber dan bisnis digital, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI), mengadakan beragam kegiatan. Mulai Kamis (28/2) hingga Sabtu (2/3).

Kegiatan berupa pelatihan meningkatkan traffic (pengunjung) dan monetizing konten media siber melalui laman Facebook, Kamis (28/2). Lalu, konferensi Indonesian Digital Media Conference (IDMC), pada Jumat (1/3). Kemudian, diakhiri dengan rapat kerja nasional (rakernas) perdana AMSI, Sabtu (2/3).

Dalam siaran tertulis diterima Nalar.ID, Ketua Umum AMSI, Wenseslaus Manggut, mengatakan sebagai wadah organisasi perusahaan media siber, AMSI, merasa perlu bertemu dan bertukar gagasan dengan banyak pihak.

“Supaya tidak gagap menyambut perubahan peradaban yang begitu kencang shifting menuju serba digital,” kata Wenseslaus, kepada Nalar.ID, Kamis (28/2).

Ajang Latih hingga Inspirasi

Konferensi dan rakernas ini merupakan ajang bagi 200 lebih perusahaan media siber Indonesia yang menjadi anggota AMSI. Mereka saling belajar, berlatih, mencari inspirasi dan rekomendasi, dari berbagai stakeholder. Terlebih, bagaimana meningkatkan kualitas dan bisnis media digital di Indonesia.

Menurut Wenseslaus, AMSI melihat bahwa Indonesia masih banyak kedodoran. Terutama dalam hal sisi regulasi, bisnis, sumber daya manusia, teknologi, dan lainnya.

“Kita sudah sekitar seperempat abad mengenal media siber. Sudah saatnya menjadi pemain utama dan tuan rumah di negeri sendiri. Tidak sekadar pasar empuk bisnis perusahaan global. Kita tak sedang mencari siapa yang salah, tapi mencoba mencari jalan terbaik,” jelasnya.

Selain itu, ajang IDMC menghadirkan sejumlah pemateri. Dari internal anggota AMSI, regulator media, pemerintah, pelaku bisnis startup dan media digital, hingga pakar media dan akademisi. Konferensi ini mengusung tema ‘Masa Depan Media Multiplatform, Penyedia Konten, Bisnis dan Etika’.

Konferensi di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Jumat (1/3), menghadirkan sejumlah pemateri. Diantaranya, Menteri Keuangan Sri Mulyani sebagai keynoted speakers. Menteri Komunikasi dan Informasi, Rudiantara; Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo; dan Direktur Mahaka Media, Ahmad Aditya.

Kemudian, Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Ninuk Mardiana Pambudy; Presiden Direktur LKBN Antara, Meidyatama Suryodiningrat; dan Pemimpin Redaksi The Jakarta Post, Nezar Patria.

Sementara, sesi kedua di hari yang sama, ada Guru Besar Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Indonesia, Prof. Dr. Rhenald Kasali Jason; Head of Corporate Communications Google Indonesia, Tedjasukmana; Co-Founder East Vetures, Willson Cuaca; COO BeritaSatu Media Holdings, Anthony Wonsono; dan Wakil Direktur Konten PT Trans Digital Media, Iin Yumiyanti.

Budaya Baca Digital

Rangkaian kegiatan ditutup dengan rakernas, Sabtu (2/3). Ini merupakan forum resmi organisasi untuk mendalami masukan, kritik, dan pandangan berbagai pihak yang berkembang dalam konferensi. Dalam kesempatan serupa, Kepala Perpustakaan Nasional Indonesia, Syarif Bando, menyambut baik acara AMSI ini.

“Ini bagian dari promosi budaya baca di era digital. Perpustakaan kita juga bergerak ke arah digital. Tugas kita sama-sama meningkatkan literasi dan minat baca di era digital. Kami terbuka tempat ini untuk dipakai diskusi teman-teman media,” kata Syarif.

Diketahui, AMSI, adalah organisasi yang beranggotakan perusahaan media siber di Indonesia. AMSI dideklarasikan pada 18 April 2017. AMSI lahir sebagai wadah untuk saling menguatkan dan membangun sinergitas antarpelaku bisnis perusahaan media siber di Indonesia. Saat ini, anggota AMSI mencapai lebih dari 250 media siber. Tersebar di 16 wilayah provinsi di Indonesia.

Penulis: Ceppy F. Bachtiar |Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi