Nalar.ID

Cara Bamsoet Dukung Santri Penghafal Al-Quran

Nalar.ID, Jakarta – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendukung keberadaan Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah sebagai lembaga pendidikan yang melahirkan para penghafal Al-Quran, hafidz dan hafidzah.

Berdiri sejak 2005, yayasan ini sudah memiliki 60 cabang. Tersebar di 15 provinsi dengan 4.500 lebih santri. Antara lai, terdapat di Aceh, Sumatera Utara, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Yogyakarta, Bali, NTB, Kalimantan Selatan, hingga Sulawesi Selatan. 

“Yayasan juga memiliki program beasiswa tahfidz Turki. Memudahkan para santri belajar langsung tahfidz Quran di berbagai lembaga pendidikan di Turki. Beasiswa tersedia di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat SMP/sederajat hingga SMA/sederajat,” ujar Bamsoet, usai menerima pengurus Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah, di Jakarta, pekan lalu. 

Ia menjelaskan, program kurikulum pendidikan di Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah terbagi menjadi enam tingkat. Pertama, tingkat pra tahfidz yang mengajarkan qiraat, ilmu tajwid, tahsin, fiqih, sirah nabawiyyah, ilmu khat, bahasa arab dan bahasa Turki.

Kedua, tingkat tahfidz yang mulai menghafal 30 juz. Ketiga, tingkat ibtidai yang mengajarkan ilmu tajwid, hafalan hadits, aqidah, fiqih, tasawuf, dasar-dasar ilmu sharf dan nahwu, bahasa Turki dan bahasa Arab. 

“Keempat, tingkat ihdzari yang mengajarkan fiqih, aqidah, tarikh, tasawuf, sharf dan nahwu II, hadits, tafsir, ilmu mantiq, dan bahasa Turki. Kelima, tingkat tahta takamul yang mengajarkan tafsir, sharf dan nahwu III, sastra bahasa Arab, ilmu mantiq, fiqih IV, dan mahzab. Keenam, tingkat takamul, mengajarkan usul fiqih, hadist, usul tafsir, dan ilmu faraidh,” jelas Bamsoet. 

Ia menerangkan, yayasan ini memiliki beberapa keunggulan metode pembelajaran. Antara lain, menggunakan metode tahfidz Turki Utsmani, belajar bahasa Turki dari penutur asli, mendapat ijazah Tahfidz, hingga ijazah Muadalah. 

“Para santri yang telah lulus menempuh pendidikan juga berkesempatan belajar dan mengajarkan Islam di berbagai negara. Mengingat jaringan Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah tersebar di berbagai organisasi keagamaan di berbagai negara,” pungkasnya.

Penulis: Febriansyah | Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi