Nalar.ID

Cara Gus Syauqi Rangkul Milenial dengan Musik  

Nalar.ID – Ahmad Syauqi, putra keempat Wakil Presiden RI Ma’ruf Amin, tidak begitu saja mengikuti jejak ayahnya di jalur politisi pemerintahan. Gus Syauqi, sapaan akrab Ahmad Syauqi justru lebih memilih dunia musik.

Sabtu (16/11) malam di The Club XXI Djakarta Theater, Sarinah, Jakarta, ia memperkenalkan mini album bertajuk ‘Mengingat Mu’. Pada perkenalan ini, ia turut menampilkan beberapa tembang manis di album tersebut.

Mulai dari Katakanlah Walau Itu Pahit, Berdzikir Mengingatmu, Lemah Tanpa KuasaMU, Berpacu Maju, Labbyaka ya Allah, dan Wanita Terindahku.

Dedikasi untuk Indonesia

Dalam jumpa pers di hari yang sama, Gus Syauqi mengatakan bahwa mini album tersebut ia dedikasikan bagi seluruh masyarakat di Indonesia.

“Khususnya generasi milenial dan anak-anak muda. Saya melihat, merangkul anak-anak muda untuk menyamakan visi misi memajukan bangsa memang sudah menjadi program yang saya lakukan berkala,” jelasnya.

Selain memberi efek dan dampak positif, seni musik juga bisa menangkis paham-paham radikal yang bisa merusak moral generasi anak muda.

“Bentuk-bentuk kegiatan ini yang bisa menyatukan visi misi memajukan bangsa dan negara. Ini harus didukung penuh. Tujuannya, untuk mempersatukan generasi muda Indonesia,” ujarnya.

Maka itu, selain memperkenalkan lewat karya album musik, Gus Syauqi turut menggagas sebuah wadah generasi milenial. Wadah ini berisikan civitas perguruan tinggi dalam sebuah event berkonsep ‘religi music goes to campus’.

Revolusi Mental

Rencananya, road show kampus ini akan diselenggarakan di sejumlah perguruan tinggi di Indonesia. “Event ini dibuat secara berkala. Ini untuk sarana menyatukan visi misi generasi muda Indonesia. Selain itu, acara ini juga dirancang  sesuai kebutuhan gaya dan kebutuhan anak-anak milenial. Khususnya terkait program nasional tentang revolusi mental,” paparnya.

Adapun, lanjut Gus Syauqi, acara ini dikemas melalui seni pertunjukan. Kemasan ini bisa menjadi ajang bertukar informasi dan pengetahuan mengenai hidup. “Serta kehidupan sesuai norma-norma di Islam,” tukasnya.

Gus menambahkan, album terbarunya ini ia dedikasikan kepada semua umat di Indonesia. Khususnya generasi milenial.

Penulis: Ceppy F. Bachtiar | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi