Nalar.ID

Cara Hidup ‘New Normal’ Delia von Rueti di Tengah Pandemi

Nalar.ID, Switzerland – Negara di seluruh dunia mulai menerapkan kehidupan normal baru atau new normal dengan melonggarkan pembatasan dan membuka kembali bisnis akibat pandemi Covid-19.

Seperti beberapa negara bagian di Amerika Serikat, Korea Selatan, Virginia, Italia, Perancis, hingga Indonesia.

Harapannya, masyarakat di setiap negara dapat segera melaksanakan aktivitas seperti biasa, namun dengan cara yang baru: patuh protokol kesehatan. Seperti rajin mencuci tangan, jaga jarak aman dan mengenakan masker. 

Di Indonesia, pemerintah, melalui Presiden Joko Widodo juga mengatur agar kehidupan masyarakatnya secara perlahan berjalan normal dan hidup berdampingan dengan Covid-19.

Dari sekian banyak warga yang terdampak pandemi di dunia, kisah haru datang dari desainer dan filantropis, Delia von Rueti yang memilih untuk berada di Gstaad, Switzerland  bersama suami dan putri-putrinya selama penerapan lock down berlangsung. Ia mengungkapkan bagaimana pandemi global  serasa mimpi buruk baginya. 

It’s like a bad dreams. Saya tidak pernah menyangka kalau kita akan mengalami kejadian seperti di dalam kehidupan kita,” kata Delia von Rueti.

Dalam kondisi sulit akibat dampak pandemi dan menjalankan kehidupan new normal, Delia menilai pentingnya seseorang untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang harus diterima.

Kemudian sadar bahwa meningkatkan kesehatan dan memelihara daya tubuh adalah hal yang sangat mutlak .

Bagaimana ceritanya? Berikut perbincangan dengan Ceppy F. Bachtiar dari Nalar.ID, Minggu (31/5/2020).

Pandemi Covid-19 melumpuhkan sektor di hampir seluruh negara dunia. Kini muncul kebiasaan hidup baru atau new normal. Langkah Anda menghadapi new normal?

Ini seperti mimpi buruk. Saya tidak pernah berpikir bahwa kita akan mengalami hal seperti ini. Tetapi manusia adalah ciptaan yang sangat kuat dan mudah beradaptasi. Keadaan yang sangat sulit ini akan kita lalui dan harus  bisa menyesuaikan diri.

Kita harus lebih sadar untuk merawat dan menjaga immune system dan menerima kenyataan yang ada bahwa virus Corona tidak akan meninggalkan kita. Sedihnya hal ini akan menjadi bagian dari kehidupan kita. 

Kita harus meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan disiplin tinggi untuk makan makanan sehat, olahraga dan tidur yang cukup, serta menjaga kebersihan lingkungan. Walaupun hari-hari kita saat ini terasa sangat berat dalam segalanya. 

Tetapi ada makna positif untuk mengajarkan kita untuk lebih bersyukur. Cobalah untuk memilik energi positif dan yakinlah, we survive this challenges

Bagaimana menerapkan protokol kesehatan terhadap anggota keluarga dan para pegawai Anda?

Saya memberikan nasehat dan semangat untuk makan-makanan yang lebih sehat, minum banyak air putih, mengonsumsi Vitamin D dan zinc. Serta mencuci tangan dan menjaga jarak dua meter untuk socials distancing.  

Ada suasana yang berbeda selama new normal?

Jelas saja ya, saya orang yang suka diemong, walaupun saya pekerja keras. Saya sangat suka berada di tengah keluarga atau teman-teman dan para staf saya. Saya merasa kesulitan saat ini, karena tidak bisa berkumpul, makan bersama teman-teman, mengobrol, memeluk dan merangkul orang-orang terkasih. Tetapi, itulah kehidupan baru yang harus kita hadapi sekarang.

Selama stay at home dan work from home, aktivitas Anda untuk mengisi waktu luang agar tetap produktif?

Saya banyak membaca sambil berusaha menemukan lebih banyak informasi tentang pandemi. Kemudian belajar atau membaca sejarah apa saja dan berencana dengan mimpi saya untuk menciptakan sesuatu yang baru. 

Selama pandemi ini saya juga menjadi ibu yang lebih baik dengan memperhatikan makanan yang dikonsumsi oleh keluarga saya. Makanan yang lebih sehat, karena hampir setiap hari saya memasak makan malam untuk keluarga saya. Setiap hari kami mencoba untuk jalan kaki dan berusaha mencapai setidaknya 10.000 langkah per hari.

Sejak saya terjebak lock down di sini (Gstaad, Switzerland ), kami melakukan kegiatan bersepeda dan mendaki gunung, karena alamnya sangat indah. Udaranya begitu bersih dan segar di pegunungan Alpen ini.

Saya rasa itulah rahasia mengapa tempat ini bebas dari Corona, karena makanan-makanannya organik. Ternaknya juga di pelihara secara organik, di mana mereka bebas berkeliaran di lembah pegunungan di sini dan bebas dari makanan ternak dengan hormone. Alasan ini saya rasa berimbas positif untuk penduduk di sini. Sehingga kita tidak diharuskan lockdown.

Kita bebas bergerak ke mana saja asal bersama keluarga masing-masing. Walaupun sebagian besar bisnis di tutup, kecuali toko obat, super market dan toko roti. Rencananya, pemerintahan Switzerland akan membuka pintu perbatasan internasionalnya tanggal 15 Juni 2020. 

Rencana lain?

Beberapa hari terakhir ini, saya sedang membuat beberapa rencana bisnis setelah karantina berakhir di Indonesia. Impian saya lainnya, ingin menciptakan lebih banyak green and

organic product. Lalu menghasilkan makanan sehat dan aneka produk yang berkelanjutan. Ini mimpi saya untuk memberikan contoh dan pedoman kepada bangsa yang saya cintai untuk makan dan hidup yang lebih sehat.

Lainnya?

Sementara kegiatan saya malam hari setelah makan malam, yaitu menyibukkan diri dengan  bermain game atau main kartu bersama anak-anak. Ada perang kata dengan words catagories, belajar bikin kue dan cake dengan anak-anak, serta tanpa terasa hari-hari berlalu begitu cepatnya.

Selama melalui masa sulit ini, saya juga menemukan kebahagiaan dengan begitu banyaknya waktu kedekatan bersama keluarga. Kita bisa menghabiskan waktu bersama orang-orang yang kita cintai. 

Kerinduan lainnya?

Senang akhirnya kita menuju kehidupan normal yang baru. Tapi, pastinya saya akan merindukan kebersamaan dengan keluarga, di mana selama ini mereka work from home dan sekolah online di rumah.

Di mana, dalam waktu dekat mereka akan kembali ke kotanya masing-masing menjalankan tanggung jawabny. Saya pun akan kembali ke Bali, menunggu hari libur berikutnya untuk kembali bersama-sama.

Ini sesuatu yang menyedihkan, haru dan bahagia, atas apa yang Corona berikan kepada kita semua. Kita sadar bahwa keluarga dan kesehatan adalah harta yang paling berharga kita miliki. Sebab, selama ini sebagian dari kita mungkin menyepelekan hal tersebut karena kita selalu memilikinya. 

Menurut Anda, makna dan pelajaran berharga dari kejadian pandemi ini?

Saya berjanji untuk menjadi manusia, orangtua, sahabat dan pemimpin yang lebih baik. Merindukan banyak hal dari normal dahulu. Tetapi, saya juga berterima kasih untuk pelajaran dan tamparan yang diberikan Corona.

Menjadilah manusia yang lebih peduli. Cintailah keluarga dan orang-orang yang berarti di kehidupan kita. Ajarilah diri dan keluarga kita untuk lebih peduli dengan lingkungan dan alam kita. 

Sebagai womanprenuer dan filantropis, apa strategi mengatasi dampak pandemi terhadap kegiatan usaha Anda?

Saya berusaha keras untuk bisa tetap bertahan dalam kondisi perekonomian yang berat ini. Serta menghitung risiko, berapa lama pandemi ini akan mempengaruhi dan berdampak kepada kami. Ini adalah waktu yang sangat sulit untuk kita semua. Semoga keadaan bisa membaik dan kita dapat kembali melakukan kegiatan kita. 

Ada beberapa perubahan dalam aktivitas, karena kami tidak bisa banyak berada di luar dan melakukan apa yang seharusnya dilakukan. Maka itu, kami melakukan pertemuan melalui Zoom dan mencoba untuk mendengar masing-masing staf inti saya menjadi jalurnya untuk karyawan.

Bagaimana kita akan mengalahkan pandemi ini dan melangkah maju ke depan, serta meningkatkan produktivitas yang sudah tertunda selama beberapa bulan sebelumnya. 

Langkah dan strategi?

Kita membahas semua hal dan meningkatkan perencanaan, pelaporan, serta audit internal. Jadi, tanggal 8 Juni mendatang, semua departemen sudah memiliki garis panduan dan tugas tentang bagaimana kita akan maju ke depannya.

Saya katakan, ini adalah perjalanan yang sangat sulit dan berat. Tetapi, dengan keyakinan dan kerja sama, kita akan lalui cobaan ini. Kita tidak bisa menyerah, kan? Hidup ini tempatnya bersyukur. Bersyukur untuk berkat dan anugerah yang kita miliki dan berharap untuk merangkul hari esok yang lebih baik lagi. 

Tips bangkit dari keterpurukan akibat terdampak Covid-19? 

Melakukan banyak perubahan, yaitu melalui segala cara dengan menciptakan produk berdasarkan kebutuhan dasar. Makanan makanan sehat dan dibuat dengan pengembangan sumber daya organik. Inilah yang ingin saya lanjutkan setelah pandemi ini.

Selain itu menciptakan tim, pikiran dan jasmani yang sehat. Serta memiliki loyalitas dan kasih sayang satu dengan lainnya, serta memiliki kepedulian yang besar untuk orang lain dan lingkungan. Sehingga kita bisa maju dengan mimpi dan pikiran yang positif dan hati yang terbuka. 

Selain itu?

Milikilah iman, berdoa, dan bersyukurlah untuk hari ini, maka esok hari akan lebih baik dan indah lagi. Jauhkan kecemasan dan kekhawatiran, perencanaan jangka yang terlalu panjang. Dengan itu kita bisa menikmati betapa indahnya hari ini.

Hidup itu sangat singkat, nikmatilah. Terimalah cobaan dan kebahagiaan yang ada dengan lapang dada, karena apa yang kita miliki, pastinya saat ini adalah hari ini. Semoga esok hari  akan datang dan menemani kita lagi. Itulah mimpi dan harapan kita semua. 

Mulailah dari sekarang untuk lebih sadar diri dengan cinta kasih dan kesehatan. Tuhan akan menolong  kita untuk bangkit kembali dan mengalahkan waktu yang sulit ini. Peace and love, love, love to you all!

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi