Nalar.ID

Cara Media Jepang Memberitakan Tragedi Bencana

Jakarta, Nalar.ID – Jepang, dikenal sebagai negara yang rentan mengalami gempa dan tsunami. Negara ini terletak di zona vulkanik Cincin Api Pasifik. Gempa berkekuatan kecil kerap mengguncang pulau-pulaunya. Termasuk aktivitas gunung api yang kadang meningkat. Serta gempa bumi besar berkekuatan besar, yang sering disusul tsunami, terjadi beberapa kali dalam satu abad.

Sebabnya, beberapa media di sana memiliki sikap sangat positif dalam memberitakan peristiwa tragedi bencana. Salah satunya terlihat dari pemilihan dan angle (sudut gambar) gambar pemberitaan saat ditayangkan.

Sementara, tak sedikit, media di dunia, termasuk di Tanah Air, yang belakangan terkena bencana alam gempa bumi dan tsunami, baik di Lombok dan Sulawesi Tengah, justru kerap memberitakan kesedihan dan trauma. Termasuk tragedi pilu pesawat Lion Air JT-610, Senin (29/10).

Belajar dari karakter pemberitaan media di Jepang, ini bentuk tanggung jawab moral untuk menghormati korban dan keluarga yang ditinggalkan. Tujuannya, mengurangi kesedihan dan trauma berkepanjangan bagi siapapun yang mengalami bencana ini.

Apa saja karakter media-media di Jepang dalam memberitakan peristiwa?

Minim Foto Kesedihan

Setiap peristiwa bencana atau tragedi kemanusiaan, beberapa media di dunia, berlomba memberitakan dan menayangkan hal-hal dan berita buruk. Sebuah istilah bernama ‘bad news is news good’. Pameo ini, tak terkecuali di Indonesia, kerap terjadi di media di Indonesia. Di negeri Sakura, justru tak menjual kesedihan para korban di lokasi bencana atau terdampak.

Tidak Pertontonkan Korban

Jika hampir semua media luar negeri memperlihatkan gambar korban mayat bergelimpangan disertai kerusakan material bangunan, di Jepang, hal ini tidak dilakukan. Sekali lagi, Jepang, tak ingin membuat tayangan ini menimbulkan trauma dan pandangan negatif dari para korban.

Informasi Kondisi Lingkungan dan Alam

Jepang lebih memilih menyuguhkan informasi terkait kondisi alam dan lingkungan sekitarnya untuk diliput serta diulas. Ketimbang menayangkan foto dan ulasan tak etis, serta mengundang nuansa kesedihan keluarga korban.

Tayangan Keberhasilan Tim Penyelamat

Jika Anda perhatikan, banyak pemberitaan di Jepang, lebih banyak menyoroti keberhasilan tim regu penyelamat atau tim SAR. Plus ulasan berita terkait rencana dan implementasi yang pemerintah lakukan dalam memulihkan dan proses recovery kota. Alasannya, untuk meminimalisir dan mencegah trauma berkepanjangan.

Penulis: Ceppy F. Bachtiar | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi