Nalar.ID

Cara Mudah Tentukan Tanah Rawan Likuifaksi, Ini Kata Peneliti

Nalar.ID, Jakarta – Gempa bumi 7,4 SR (skala richter) di Donggala, Sigi, dan Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (28/9), memunculkan fenomena alam likuifaksi atau tanah bergerak. Awalnya, fenomena ini muncul di Desa Jono Oge, Sigi, Sulawesi Tengah.

Fenomena tersebut menjadi momok yang ditakuti pascagampa dan tsunami di provinsi tersebut. Dewan penasehat Ikatan Ahli Geologi Indonesia Rovicky Dwi Putrohari, pernah mengungkapkan, pekan lalu bahwa banyak dan hampir semua bencana gempa bumi muncul likuifaksi.

Likuifaksi - nalar.id
Puluhan rumah terdampak likuifaksi. (Nalar.id/Antara)

Secara terpisah, peneliti Geografi dan Tata Ruang Badan Informasi Geospasial (BIG) Yosef Prihanto menyampaikan, Kamis (11/10), cara sederhana untuk melihat dan menentukan ciri-ciri tanah rawan likuifaksi.

Katanya, salah satu ciri utama bisa dilihat dari material dasar penyebab likuifaksi yaitu tanah pasir. Berikut peta analisa dari sang peneliti, dihimpun Nalar.ID:

  1. Ambil tanah dan air di daerah kediaman Anda. Rasakan, apakah banyak pasir? Raba dengan tangan.
  2. Amati rumput sekitar yang tumbuh di daerah rumah. Jika tumbuh rumput bentuk jarum, dipastikan, materi dasar tanah sekitar adalah pasir.
  3. Lihat dan amati lingkungan sekitar. Jika ada tumbuhan rumput bentuk jarum yang bintang, salah satu ciri material dasar di tempat Anda pasti pasir.
  4. Likuifaksi terjadi karena tanah kehilangan kekuatan karena tegangan atau getaran. Biasanya terjadi saat gempa bumi. Tanah berubah jadi lumpur seperti cairan dan kehilangan kekuatan.

Penulis: Ceppy F. Bachtiar | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi