Nalar.ID

CDM, Jurus Anyar Menpar Sedot 17 Juta Wisman di 2018

Nalar.ID, Jakarta – Menteri Pariwisata Arief Yahya tengah menerapkan strategi baru bernama CDM atau Competing Destination Model. Tujuannya, untuk menggaet wisatawan. Strategi ini tengah uji coba dengan target pasar utama China, dan bermitra dengan Zamplus Inc., perusahaan teknologi informasi (IT) di Shanghai.

Arief mengklaim, ini inovasi pertama di dunia. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyatakan, CDM ini sudah dimasukkan ke strategi pada program Extra Ordinary, selain Hotdeals dan Incentive Airlines-Wholeseler. “Ketiga strategi ini ampuh untuk menembus target 17 juta wisman di 2018,” kata Arief, dalam keterangan tertulis, Selasa, 16 Oktober lalu.

CDM adalah metode pemasaran baru yang memadukan analisa big data, machine learning, dan contextual advertising, dengan teknik digital. CDM ini tanpa menabrak semua regulasi dan kerahasiaan customer-nya. Sejauh ini, Zamplus Inc. sudah bekerjasama dengan Online Travel Site, Online Media, OTA (Online Travel Agent), SE (Searching Engine), E-Commerce, Ride Hailing, Insurance dan Fintech.

Hasilnya? September lalu naik signifikan. CDM mendapat 70 persen booking wisman asal Tiongkok. Mereka sudah looking, booking, dan payment, berberwisata ke Indonesia. “Luar biasa, hanya bisa ditempuh dengan cara yang tidak biasa dengan digital,” sebutnya.

Padahal, kata Arief, bencana alam gempa bumi dan tsunami di Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu sempat membuat pariwisata nasional terguncang. “Savety and security jadi pertimbangan orang berwisata,” tambahnya.

Sebabnya, untuk menyosialisasikan hal ini, pihaknya menyiapkan strategi promo dengan konsep BAS, yakni Branding, Advertising, dan Selling. Konsep ini sudah dilakukan sejak 2016. Kemudian strategy extra ordinary, terdiri atas Hotdeals dan Incentive Airlines dan Wholeseler, di 2018.

“Sementara, program Super Extra Ordinary, kami siapkan untuk mewujudkan target 20 juta wisman di 2019, diantaranya Border Tourism, Tourism Hub, dan Low Cost Terminal,” tutupnya.

Penulis: Erha Randy | Editor: Ezar Radinka

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi