Nalar.ID

Cerita Dokumenter Arian13 dan Eben Burgerkill

Nalar.ID, Jakarta – Rich Music bekerja sama dengan sutradara Alvin Yunata dan Hazed Production akan merilis film dokumenter Gelora: Magnumentary of Gedung Saparua. Video teaser berdurasi 1 menit dilepas sebagai bayangan akan bentuk filmnya.

Film yang menyoroti perjalanan komunitas musik rock dan metal di Gedung Saparua ini akan tayang pada Juni 2021.

Di video teaser yang diakses melalui situs Rich Music dan Distorsi Keras diperlihatkan cuplikan wawancara dari Arian13, vokalis Seringai dan Eben, gitaris Burgerkill. Sebagai pelaku sejarah, keduanya berbagi cerita pengalaman serunya Gedung Saparua sebagai tempat kegiatan bermusik.

“Meski di awal kehadirannya Saparua bukan diperuntukan bagi kegiatan seni budaya, di paruh awal 90-an, Saparua jadi titik krusial perkembangan embrio musik rock dan metal di Indonesia untuk bersuara bersama dan bersama-sama tumbuh menjadi besar,” tulis, dalam siaran tertulis diterima Nalar.ID.

Lewat film ini, semua cerita yang pernah dibahas maupun yang belum pernah diceritakan akan terkuak mendalam dan merata lewat medio film layar lebar.

Selain Arian13 dan Eben di teaser, dokumenter ini juga akan melibatkan berbagai narasumber pelaku musik dari lintas generasi seperti Sam Bimbo,  Dadan Ketu (Manager Burgerkill/Riotic Records), Suar (Mantan Vokalis Pure Saturday), Wendi Putranto (jurnalis musik, manajer Seringai), Candil (ex vokalis Seurieus), Fadli Aat (Diskoria), Buluks (Superglad, Kausa), Idhar Resmadi (jurnalis musik) dan lainnya.

Digarap oleh Rich Music yang jadi penggagas proyek rangkaian program DistorsiKERAS dan menjadi eksekutif produser film ini, ‘Gelora: Magnumentary of Gedung Saparua’ hadir untuk mengapresiasi sejarah scene rock-metal di Indonesia.

Tak berhenti hanya dengan membuat dokumenter ‘Gelora: Magnumentary of Gedung Saparua’, Rich Music juga mempersembahkan DistorsiKERAS Virtual Concert Magnumentary.

Perhelatan musik ini akan jadi the biggest, loudest, and heaviest virtual rock and metal concert in Indonesia!  Adapun, virtual concert ini akan diisi 20 band line up, 3 band submission, dan 4 host sekaligus.

Line up terdiri dari Jamrud, Burgerkill, Rocket Rockers, Noin Bullet, Savor of Filth, The Panturas, Revenge The Fate, Rosemary, Teenage Death Star, Alone At Last, Closehead, Kausa, For Revenge, Sendal Jepit, Blind to See, Stereowall, Saturday Night Karaoke, Taruk, KILMS dan Muchos Libre.

“Band-band yang dipilih merupakan saksi sejarah yang pernah merasakan tampil di Gedung Saparua. Sisanya beberapa band yang lahir karena ‘spirit’ dari gedung saparua itu sendiri seperti kolektifitas, kebersamaan dan juga hal-hal positif lain,” tambahnya. Konser digelar pada 30 Mei-2 Juni 2021.

Penulis: Veronica Dilla | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi