Nalar.ID

Cerita Perawat Asal Daerah, Tiba ke Jakarta Dukung Tangani Positif Covid-19

Nalar.ID, Jakarta – Gugus Tugas Percepatan Penanganan  Covid-19 pada 5-6 Mei 2020 telah mendatangkan sebanyak 61 tenaga medis dari Banda Aceh, Medan, Palembang, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, NTT dan Makasar.

Mereka mendarat di Pangkalan Udara TNI AU Halim Perdanakusuma Selasa (5/5/2020) petang menggunakan pesawat TNI AU melalui beberapa penerbangan.

Para perawat tersebut akan bertugas di Rumah Sakit Wisma Atlet untuk periode pertama 28 hari dinas dan 14 hari karantina pasca dinas.

Ketua Bidang Medis Tim Koordinasi Relawan Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19, dr J.F William dalam siaran tertulis diterima Nalar.ID, Rabu (6/5/2020) mengatakan, kedatangan mereka adalah kloter tenaga medis yang digalang dari berbagai kota di Indonesia.

Dukung Operasional

Para perawat itu untuk mendukung operasional beberapa rumah sakit di Jakarta yang menangani pasien positif Covid-19.

Dokter J.F William mengatakan, para perawat dikoordinir oleh Tim Koordinasi Relawan Gugus Tugas dengan dibantu oleh Kementerian Kesehatan.

“Ini project kedua, setelah sebelumnya mengundang para relawan seluruh Indonesia bekerja sama dengan Kementerian Pertahanan. Ini adalah kolaborasi kerja utuh antara TNI AU yang menyediakan pesawat, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) yang menyediakan rapid test bagi para tenaga medis serta Kemenkes dan tim dari Gugus Tugas,“ tukas William.

Baiturrahman (24 tahun), salah seorang relawan mengatakan soal alasannya daftar diri menjadi relawan.

“Ini bentuk pengabdian sebagai perawat untuk membantu pemerintah atau teman-teman yang sudah menjadi relawan. Saya ingin membantu Indonesia mengatasi pandemi ini dan menambah pengalaman serta wawasan,” kata relawan asal Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat ini.

Semangat Kerelawanan

Untuk menjadi relawan, lanjut Baiturrahman, prosesnya relatif mudah. Pertama, ia mendaftar di link yang di-share oleh Gugus Tugas melalui Kemenkes dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Setelah melengkapi administrasi lalu dipanggil menuju Jakarta.

“Kemudian kami medical check up dan mengikuti pelatihan,” tambahnya yang mengaku belum bekerja karena usai menyelesaikan Ners pada Oktober 2019 lalu.

Usai mengikuti pelatihan, ia bersama teman lainnya akan ditugaskan di Rumah Sakit Wisma Atlet, Jakarta.

Sama seperti temannya yang lain, Baiturrahman menjelaskan, semangat kerelawanan di Indonesia masih terbilang cukup tinggi.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi