Nalar.ID

Cerita Seru 4 Perantau The Voice Indonesia 2019

Nalar.ID – Ada yang berbeda pada episode ke-8 The Voice Indonesia 2019 di GTV, Jumat (20/9) malam. Jika Kamis (19/9) lalu para coaches TVI dikejutkan oleh kehadiran Stephanie Poetri, putri Titi DJ, namun pada episode Jumat (20/9), kejutan tak kalah seru.

Kejutan ini, tak lain kehadiran 12 kontestan. Mereka adalah para perantau yang memiliki semangat mengejar mimpi.

Di panggung ini, mereka menyanyi dan memperkenalkan daerah asalnya. Mulai dari Medan, Cianjur, Bandung, Bali, Kupang, hingga Papua.

Antoni Manurung (Medan)

Penampilan pertama, dibuka oleh Antonio Manurung, peserta asal Medan. Ia membawakan lagu Cukup Siti Nurbaya dari Dewa 19.

Penampilannya membuat coach VidiNino dan Armand memutar kursi. Tak hanya bakat menyanyi, Antonio juga performer apik. Kemampuannya berinteraksi dengan audience menuai pujian Isyana.

“Tim aku butuh banget yang entertaint, performer, dan humoris,” ucap Isyana, dalam siaran tertulis yang diterima Nalar.ID, belum lama ini.

Thomas Vinsen Boly (Maumere)

Berikutnya, Thomas Vinsen Boly (Tommy), lewat lagu Tompi berjudul Tak Pernah Setengah Hati. Berasal dari Maumere, ia lama menetap di Yogyakarta. Lama menetap di Yogyakarta, ia mahir membatik kain.

Keahliannya didapat dari ibu angkatnya di Yogyakarta, yang juga pembicara berbagai event terkait kesenian membatik. Terjadi perebutan para coaches mendapatkan hati Tommy. Akhirnya, ia memberikan kain batik hasil karyanya kepada coach pilihannya: Isyana.

Saly Yuniar (Surabaya)

Saly, dengan lagu Defying Gravity karya Idina Menzel, mendapat perhatian dari empat coaches yang berputar. Saly menjatuhkan pilihannya ke Isyana.

Brigadir Dua Yuliana Dwi Maya (Maumere)

Kontestan ini tak kalah istimewa. Ia wanita anggota Polri berpangkat Brigadir Dua bernama Yuliana Dwi Maya. Kini, bertugas di Maumere. Sayangnya, lagu Syahrini berjudul Sesuatu yang dibawakannya belum bisa meyakinkan coaches memutar kursi. Ia pun gagal ke babak selanjutnya.

Selain ragam cerita menarik, sengitnya pesaingan coaches mengatur strategi dan rayuan mendapatkan peserta untuk masuk ke team-nya juga menarik disaksikan.

Penulis: Veronica Dilla | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi