Nalar.ID

Cetak Generasi Muda dengan Bertani

Jakarta, Nalar.ID – Sebagai upaya meningkatkan jumlah generasi muda pertanian yang inovatif dan unggul, Kementerian Pertanian (Kementan) mengenalkan generasi muda, khususnya mahasiswa. Kementan menyebut istilah ini lewat Tani On Stage (TOS).

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementerian Pertanian, Kuntoro Boga Andri, menuturkan, kini banyak generasi muda tertarik terjun ke sektor pertanian. Ini terlihat oleh minat generasi milenial yang memilih sektor pendidikan pertanian sebagai pilihan studi.

“Pendidikan sektor pertanian meningkat 12 kali lipat, atau 1.237 persen, sampai tahun ini,” kata Kuntoro, dalam siaran tertulis diterima Nalar.id, Senin (24/12).

Kuntoro, mewakili Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menjelaskan soal capaian sektor pertanian selama empat tahun terakhir. “Sektor pertanian sekarang sangat menjanjikan. Tahun 2017, ekspor pertanian kita meningkat 24 persen. Bahkan (pertanian) jadi sektor ke dua terbesar dalam perekonomian negara setelah industri,” sambungnya.

Teknologi Ubah Pandang Bertani

Pihaknya mengimbau para generasi muda agar semangat dan tak ragu terjun ke dunia pertanian. Seperti penuturan Amran, kata Kuntoro, jika mau kaya, bergeraklah di bidang pertanian. “Kalau mau jadi konglomerat, jadi lah petani. Enggak ada alasan generasi muda enggak mau bertani. Teknologi bertani saat ini sudah jauh lebih mudah,” tambahnya.

Ia meyakini, teknologi dapat mengubah pandangan anak muda tentang bertani. Teknologi dalam bentuk alat mesin pertanian, panen, yang biasanya butuh waktu berhari-hari, kini bisa dilakukan hitungan jam. Ia percaya, mekanisasi pertanian mampu menekan biaya produksi sampai 40 persen. “Dan mampu meningkatkan efisiensi usaha tani sampai 48 persen,” imbuhnya.

Lebih lanjut, kata Kuntoro, generasi muda punya potensi sumber daya manusia yang strategis. Serta memiliki kemampuan ide-ide dan pemikiran baru menciptakan sesuatu berbeda di bidang pertanian.

Penulis: Erha Randy | Editor: Ezar Radinka

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi