Nalar.ID

Chip Langka, Samsung Pangkas Produksi Smartphone

Nalar.ID – Samsung bukan nama yang asing bagi para pecinta teknologi, terutama di bidang telepon pintar (smartphone). Namun, kabar kurang enak menimpa Samsung. Pasalnya, perusahaan asal Korea Selatan tersebut dikabarkan akan mengurangi produksi smartphone akibat kelangkaan chipset Qualcomm.

Tampaknya, kabar ini akan berpengaruh bagi para pengguna smartphone entry level atau low end dan middle end. Dikutip Reuters, kelangkaan ini menimpa chipset untuk smartphone level tersebut.

Sumber lain menyatakan bahwa kelangkaan ini menimpa chipset high atau flagship, karena Samsung sulit menerima pasokan chipset Snapdragon 888. Namun, masih belum diketahui apakah hal ini akan berpengaruh pada produksi smartphone flagship Samsung.

Kelangkaan ini bukan hanya menimpa Samsung, tapi produsen smartphone lain. Salah satunya Xiaomi, yang juga menggunakan chipset Qualcomm. Qualcomm diketahui sulit memenuhi permintaan chip untuk beberapa produk smartphone. Kelangkaan serupa sebelumnya juga pernah terjadi pada bidang otomotif.

Saat ditanya kelangkaan ini, juru bicara Samsung enggan berkomentar. Meskipun mendapat kabar ini, pihak Qualcomm justru optimis bisa memenuhi target mereka. Terutama pada kuartal dua. Hal itu merujuk pada komentar salah satu eksekutif mereka.

Sebelumnya, Lu Weibing juga mengeluhkan kelangkaan ini pada bulan lalu. Vice President Xiaomi tersebut mengeluhkan chipset yang digunakan untuk produk Xiaomi bukan hanya langka, tapi sangat langka. Hal itu ia tulis di halaman Weibo miliknya.

Disebutkan pula, dalam beberapa bulan terakhir, permintaan chipset Qualcomm meningkat cukup tajam. Mengingat banyak produk smartphone yang dirilis.

Hal ini disebabkan oleh banyaknya produsen smartphone yang berlomba untuk memenangkan pasar karena Huawei meninggalkan pasar smartphone. Huawei sendiri mengalami penyusutan penjualan akibat sanksi dari Amerika Serikat beberapa waktu yang lalu.

Jika nantinya kabar ini benar, maka pengguna Samsung mungkin akan sulit mendapatkan produk Samsung pada lini low end dan middle end.

Akibatnya, Samsung bisa saja mengalami penyusutan penjualan seperti yang terjadi pada Huawei. Semoga saja hal ini tak terjadi. Mengingat banyak pengguna Samsung yang selalu menantikan produk smartphone terbaru mereka.

Penulis: Hutomo Dwinugrahanto I Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi