Nalar.ID

Cinta dan Nasionalisme di Film ‘Susi Susanti – Love All’

Nalar.ID – Tragis dan miris, ketika bendera merah putih berkibar dan lagu kebangsaan Indonesia Raya berkumandang di kejuaraan Olimpiade 1992 di Barcelona.

Kala itu, Susi Susanti dan seluruh rakyat Indonesia meneteskan air mata, haru, syahdu dan bangga saat menerima medali emas.

Namun ditengah perjuangan tersebut, ternyata Susi belum memiliki Surat Bukti Kewarganegaraan Republik Indonesia SBKRI (SBKRI). Demikian kisah cerita film ‘Susi Susanti – Love All’ yang dirilis Selasa (22/10) lalu.

Film ini garapan kolaborasi produksi Damn I Love Indonesia Movies bersama Oreima Films, East West Synergy, dan Melon Indonesia. Sementara, Sim F. dipercaya menjadi sutradara.

Film ini menggambarkan semangat Susi Susanti, ketika Presiden Soeharto menelponnya untuk meminta mempersembahkan yang terbaik bagi negara di cabang olah raga bulutangkis. Sebab, badminton adalah salah satu cabang olahraga yang kali pertama diperlombakan di Olimpiade 1992 di Barcelona.

Emosi Puncak

Selain Susi, pebulutangkis lain yang berprestasi adalah Rudy Hartono (Nio Hap Liang) lewat tujuh kali juara All England. Atlit nasional lainnya, ada Liem Swie King, Christian Hadinata dan atlit lainnya.

Selain Susi, mereka merupakan anak bangsa keturunan Tionghoa yang lahir di Indonesia. Mereka mengabdi bagi Indonesia. Namun kerap diperlakukan diskriminatif oleh pemerintah dan di bully oleh masyarakat.

Film ini diperankan Laura Basuki (Susi),  Alan Budi Kusuma (Dion Wiyoko). Tak sedikit film ini menguras emosi saat berlaga. Emosi memuncak.

Dibalik raket yang dimainkan, terdapat intrik politik yang rumit dan berbelit. Hingga tragedi kerusuhan Mei 1998 dan lengsernya Soeharto.

‘Susi Susanti – Love All’ mengisahkan perjalanan rasa cinta Susi terhadap bulutangkis sejak usia 14 tahun. Termasuk cintanya dengan Alan saat awal masuk pelatihan hingga sama-sama meraih medali emas Olimpiade. Mereka berdua mendapat sorotan wartawan sebagai ‘Pasangan Emas Indonesia’.

Cinta dan Keluarga

Selain Dion dan Laura, sederet pemain lain juga tampil. Ada Lukman Sardi, Farhan, Chew Kin Wah, Kelly Tandiono, Rafael Tan, Nathaniel Sulistyo, Jenny Zhang, Iszur Muchtar, Dayu Wijanto, Delon, dan Moira Tabina Zayn, Susi Susanti di masa kecil.

Film ini menggambarkan kerja keras atas cinta profesi, keluarga, pada bangsa menjadi juara. Film ini memberikan pesan merajut persatuan dengan beragam perbedaan, persaudaraan dengan kebhinaekaan.

Film ini tayang di bioskop mulai 24 Oktober. Sekaligus memperingati hari Sumpah Pemuda.

Penulis: Eki Thadan | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi