Nalar.ID

Covid-19, Chaka Priambudi ‘Lantun Orchestra’: Ubah Perilaku Gaya Hidup Sehat dan Bersih

Nalar.ID, Jakarta – Ada beragam cara para musisi memanfaatkan penerapan social distancing dan work from home (WFH) untuk menghindari penularan virus Corona (Covid-19).

Salah satunya yang dilakukan oleh Chaka Priambudi, musisi etnik dari grup Lantun Orhestra. Selama WFH, ia tetap berusaha berkarya dan bermusik.

Apa saja?

“Selama social distancing, saya melakukan beberapa aransemen lagu untuk Lantun Orchestra. Saya juga bikin video collaboration di Instagram. Juga tetap mengajar online via Skype atau Zoom, berniaga online, dan kolaborasi online dengan beberapa musisi,” kata Chaka, dihubungi Nalar.ID, Kamis (16/4/2020).

Chaka mengakui, sejak pandemi ini, sebagai seorang seniman, dampak yang paling terasa adalah terbatasnya ruang gerak hingga hilangnya kesempatan tampil di depan publik.

Sebab, salah satu penghasilan besar dari musisi adalah dari panggung, baik untuk acara wedding atau event perusahaan. Kondisi jobless ini sudah ia rasakan hampir dua bulan.

Menurutnya insentif dari pemerintah bagi musisi terdampak Covid-19 ini, dinilai perlu meski agak sulit untuk diharapkan. Terutama, lanjutnya, bagi sektor pekerja seni harian yang tak digaji tetap.

“Mereka, kan juga sama, punya kebutuhan yang mesti dicukupi. Sementara beberapa tempat mereka bekerja, seperti cafe, hotel dan music venue tidak bisa beroperasi seperti biasanya. Belum lagi aturan PSBB yang konon diperpanjang, sudah pasti kondisi ekonomi musisi tidak akan langsung pulih dengan cepat,” tambahnya.

Langkah Pencegahan

Ia menuturkan, pandemi ini sebetulnya hanya masalah mengubah perilaku, yang semula cuek akan kesehatan dan kebersihan diri.

“Memang penggunaan masker dan hand sanitizer hanya sebagian kecil langkah pencegahan. Terpenting, selama masa social distancing ini, semestinya semua pihak berpartisipasi mendukung imbauan pemerintah untuk #dirumahsaja agar usaha kita bersama mencegah penyebaran virus Corona ini tak sia-sia,” paparnya.

Sementara, untuk kebiasaan sehari-hari, Chaka dan keluarga menerapkan social distancing dengan cara tidak keluar rumah jika tak ada urusan mendesak.

“Kalaupun harus bepergian, jaraknya tak lebih dari 2 KM dan menggunakan masker, sarung tangan serta membawa hand sanitizer. Work from home, yang saya dengar dan alami juga seperti teman-teman lainnya adalah kami memindahkan pekerjaan semua di rumah. Beruntung ada internet, meski kadang suka lemah sinyal dan kami dapat bekerja meskipun penghasilan menurun dan beberapa project tertunda,” katanya.

Penulis: Erha Randy | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi