Nalar.ID

Covid-19 Pukul Dunia Usaha, Rahayu Kertawiguna: Saya Yakin Masalah Sulit Ini Tak Berlangsung Lama  

Nalar.ID, Jakarta – Wabah virus Corona atau Covid-19 semakin hari kian menggurita. Warga lebih dari 180 negara, termasuk Tanah Air, telah terinfeksi virus yang semula muncul dari kota Wuhan di China pada Desember 2019 lalu.

Dampak negatif virus tersebut, tak hanya berakibat pada kesehatan dan kematian, namun efek ekonomi secara global. Sejak angka positif, ODP (orang dalam pengawasan), hingga meninggal meningkat, situasi ini turut memukul sektor ekonomi secara global.

Akibat dampak tersebut, sejumlah perusahaan dan sektor usaha terpaksa tiarap dan menutup sementara usahanya. Termasuk industri di sektor Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM).

Salah satu sektor tersebut adalah industri musik Tanah Air. Rahayu Kertawiguna, CEO Nagaswara Music & Publishing yang beralamat di Jakarta turut terkena imbas.

Kurangi Aktivitas Bersamaan

Dalam beberapa hari terakhir pasca imbauan pemerintah pusat dan daerah, Rahayu terpaksa ‘mengistirahatkan’ atau meliburkan sejumlah karyawannya di rumah.

“Kami menerapkan opsi bekerja dari rumah (Work From Home/WFH) bagi sebagian besar karyawan kami yang siap dengan beberapa persyaratan. Dan sebagian kecil (pegawai) harus tetap menjalankan tugas rutin di kantor secara bergiliran,” kata Rahayu, kepada Nalar.ID, Sabtu (28/3/2020).

Intinya, kata Rahayu adalah mengurangi jumlah orang atau pegawai dikantornya atau beraktivitas dalam waktu yang bersamaan. Rahayu mengatakan, potensi perlambatan ekonomi sangat berdampak akibat wabah ini.

“Siapapun diri kita tidak ada ada satupun yang bisa menghindarinya, karena ini merupakan salah satu bencana massal di dunia,” tambahnya.

Ilustrasi pengunjung memilih barang hasil kerajinan di pameran produk UMKM di Jakarta beberapa waktu lalu. NALAR/Dok.ANTARAFOTO

Meski demikian, ia tidak setuju terhadap opsi atau pilihan pemutusan hubungan kerja atau PHK sebuah perusahaan terhadap karyawannya. Anggapan ini terkait sejumlah perusahaan yang merumahkan, bahkan menetapkan PHK terhadap sejumlah pegawai dengan alasan efisiensi.

Soal ini, Rahayu tidak sependapat. Menurutnya, setiap perusahaan semestinya memberikan jaminan bagi karyawannya. “Saya yakin masalah sulit ini tidak akan berlangsung lama,” jelasnya.

Efek Cash Flow

Disisi lain, keputusan pemerintah untuk menutup sementara jam operasional kerja, praktis memunculkan dampak kerugian terhadap perusahaan. Faktor lainnya, misalnya, seperti bahan baku pengiriman yang sementara disetop.

Situasi ini turut memperparah dan menghambat roda kerja perusahaan atau pelaku usaha memperoleh keuntungan, atau cash flow secara stabil.

Terkait hal itu, Rahayu berharap pemerintah dapat memberikan insentif pajak bagi para pengusaha yang merugi. “Agar kami bisa mengejar target pajak setelah wabah Covid-19 berakhir,” katanya.

Kendati memberlakukan WFH, Rahayu dan perusahaannya merasa ini adalah kepedulian bersama semua pelaku usaha dari berbagai sektor. Konkritnya, beberapa waktu terakhir, Nagaswara ternyata telah melakukan penggalangan dana atau donasi untuk memulihkan wabah Covid-19.

“Penggalangan dana melawan Corona telah kami lakukan juga lewat beberapa asosiasi terkait lainnya,” tutupnya.

Penulis: Febriansyah |Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi