Nalar.ID

Daftar UMP 2020 di 34 Provinsi  

Nalar.ID – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) akhirnya memutuskan kenaikan upah minium regional tahun 2020. Kenaikan tersebut naik 8,51 persen. Hal ini mengacu pada besaran inflasi nasional serta pertumbuhan ekonomi nasional.

Pada surat edaran menteri Nomor B-M/308/HI.01.00/2019 yang ditujukan ke gubenur se-Indonesia, besaran inflasi nasional yakni 3,39% persen. Serta pertumbuhan ekonomi nasional 5,12 persen.

Sesuai surat edaran menteri it, para gubenur wajib mengumumkan kenaikan UMP (upah minimum provinsi) secara serentak pada 1 November 2019. Sementara,untuk UMK (upah minimum kota), selambat-lambatnya ditetapkan dan diumumkan 21 November 2019 mendatang.

Walau UMP nasional diputuskan 8,51 persen, bagi daerah dengan UMP/UMK tahun 2015, masih dibawah nilai kebutuhan hidup layak (KHL). Kemudian wajib menyesuaikan upah minimumnya sama dengan KHL, paling lambat di penetapan upah minimum tahun 2020.

Aturan ini diatur pada Pasal 63 PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. Disebutkan, ada tujuh provinsi harus menyesuaikan UMP sama dengan KHL. Diantaranya, NTT, Gorontalo, Kalimantan Tengah, Maluku, Sulawesi Barat, Maluku Utara, dan Papua Barat.

Berikut kenaikan UMP dari provinsi dengan penerimaan UMP terbesar sampai terkecil, seperti dirangkum Nalar.ID, Minggu (3/11):

  1. DKI Jakarta (Rp 3.940.973 tahun 2019, jadi Rp 4.267.349 pada 2020)
  2. Papua (Rp 3.240.900 tahun 2019, jadi Rp 3.516.700 pada 2020)
  3. Sulawesi Utara (Rp 3.051.076 tahun 2019, jadi Rp 3.310.723 pada 2020)
  4. Bangka Belitung (Rp 2.976.705 tahun 2019, jadi Rp 3.230.022 pada 2020)
  5. Papua Barat (Rp 2.934.500 tahun 2019, jadi Rp 3.134.600 pada 2020)
  6. Nangroe Aceh Darussalam (Rp 2.916.810 tahun 2019, jadi Rp 3.165.030 pada 2020)
  7. Sulawesi Selatan (Rp 2.860.382 tahun 2019, jadi Rp 3.103.800 pada 2020)
  8. Sumatera Selatan (Rp 2.804.453 jadi Rp 3.043.111 pada 2020)
  9. Kepulauan Riau (Rp 2.769.683 jadi Rp 3.005.383 pada 2020)
  10. Kalimantan Utara (Rp 2.765.463 jadi Rp 3.000.803 pada 2020)
  11. Kalimantan Timur (Rp 2.747.561 jadi Rp 2.981.378 pada 2020)
  12. Kalimantan Tengah (Rp 2.663.435 jadi Rp 2.903.144 pada 2020)
  13. Riau (Rp 2.662.025 jadi Rp 2.888.563 pada 2020)
  14. Kalimantan Selatan (Rp 2.651.781 jadi Rp 2.877.447 pada 2020)
  15. Maluku Utara (Rp 2.508.092 jadi Rp 2.721.530 pada 2020)
  16. Jambi (Rp 2.423.889 jadi Rp 2.630.161 pada 2020)
  17. Maluku (Rp 2.400.664 jadi Rp 2.604.960 pada 2020)
  18. Gorontalo (4.020 jadi Rp 2.586.900 pada 2020)
  19. Sulawesi Barat (Rp 2.369.670 jadi Rp 2.571.328 pada 2020)
  20. Sulawesi Tenggara (Rp 2.351.870 jadi Rp 2.552.014 pada 2020)
  21. Sumatera Utara (Rp 2.303.403 jadi Rp 2.499.422 pada 2020)
  22. Bali (Rp 2.297.967 jadi Rp 2.493.523 pada 2020)
  23. Sumatera Barat (Rp 2.289.228 jadi Rp 2.484.041 pada 2020)
  24. Banten (Rp 2.267.965 jadi Rp 2.460.968 pada 2020)
  25. Lampung (Rp 2.240.646 jadi Rp 2.431.324 pada 2020)
  26. Kalimantan Barat (Rp 2.211.500 jadi Rp 2.399.698 pada 2020)
  27. Sulawesi Tengah (Rp 2.123.040 jadi Rp 2.303.710 pada 2020)
  28. Bengkulu (Rp 2.040.000 jadi Rp 2.213.604 pada 2020)
  29. NTB (Rp 2.012.610 jadi Rp 2.183.883 pada 2020)
  30. NTT (Rp 1.793.293 jadi Rp 1.945.902 pada 2020)
  31. Jawa Barat (Rp 1.668.372 jadi Rp 1.810.350 pada 2020)
  32. Jawa Timur (Rp 1.630.059 jadi Rp 1.768.777 pada 2020)
  33. Jawa Tengah (Rp 1.605.396 jadi Rp 1.742.015 pada 2020)
  34. DIY (Rp 1.570.922 jadi Rp 2.004.000 pada 2020)

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi