Nalar.ID

Dalam 10 Bulan, Lebih dari 600 Jurnalis Tewas karena Covid-19

Nalar.ID – Selama 10 bulan sepanjang tahun 2020, lebih dari 600 jurnalis tewas karena Covid-19. Data ini dirilis Press Emblem Campaign (PEC) yang berbasis di Jenewa. Artinya, rata-rata 60 kematian sebulan, atau dua kematian per hari di penjuru dunia.

“Dari 602 jurnalis yang meninggal sejak 1 Maret, Amerika Latin memimpin lebih dari setengah jumlah korban atau 303 kematian,” tulis laporan PEC, belum lama ini.

Kemudian, Asia menyusul Amerika Latin dengan 145 kematian, melebihi Eropa 94. Serta Amerika Utara 32 dan Afrika 28. 

“Karena profesi, wartawan yang turun ke lapangan meliput sangat terpapar virus itu. Beberapa dari mereka, terutama freelancer dan fotografer, tak bisa bekerja dari rumah,” jelas Sekretaris Jenderal PEC Blaise Lempen.

Lembaga itu juga menyesalkan banyaknya kematian yang sebenarnya dapat dicegah. Bila diperlukan, lembaga itu mendukung permintaan bantuan keuangan untuk keluarga jurnalis yang meninggal karena virus itu. PEC yakin, pekerja media yang meliput Covid-19 harus dapat akses prioritas ke imunisasi.

Peru tetap menjadi negara dengan jumlah kematian terberat, karena 93 pekerja media telah meninggal akibat Covid-19 sejak Maret 2020, menurut Asosiasi Jurnalis Nasional Peru.

Brasil berada di urutan kedua dengan 55 korban, di depan India dengan 53 kematian dan Meksiko 45 orang. Ekuador mengikuti mereka dengan 42 kematian dan Bangladesh 41.

Italia adalah negara Eropa yang paling berduka, dengan 37 jurnalis meninggal. Amerika Serikat telah menghitung 31 korban di sektor media dan Pakistan telah mengejarnya dengan 22 kematian. Diikuti oleh Turki 17 orang, Inggris 13 orang, Panama 11 orang, dan Bolivia sembilan kematian.

Afghanistan, Republik Dominika, Nigeria, dan Rusia masing-masing memiliki delapan korban meninggal. Diikuti Argentina, Kolombia, Honduras dengan tujuh kematian di setiap negara.

Di Nikaragua, Spanyol, dan Venezuela, enam jurnalis meninggal di setiap negara. Sedangkan Prancis, lima kematian. Kemudian tiga jurnalis di Kamerun, Mesir, Guatemala, Iran, Nepal, Salvador, Afrika Selatan, dan Zimbabwe.

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi