Nalar.ID

Dear UMKM, Ini Cara Ajukan Bebas Bayar Pajak 6 Bulan

Nalar.ID, Jakarta – Insentif pembebasan pajak penghasilan (PPh) final 0,5% akan diberikan kepada pengusaha Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Insentif final itu akan diberikan dari jumlah peredaran bruto ditanggung pemerintah selama enam bulan, mulai April hingga September 2020.

Pemerintah mengambil kebijakan ini guna mengurangi tekanan ekonomi akibat meluasnya dampak Covid-19.

Dari situs resmi Kemenkeu, www.pajak.go.id pada Kamis (18/6/2020) lalu, regulasi itu memuat Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 44/PMK.03/2020 tentang Insentif Pajak untuk Wajib Pajak Terdampak Pandemi Corona Virus Disease 2019.

Apa saja syaratnya?

UMKM itu memiliki penghasilan bruto tak lebih dari Rp4,8 miliar setahun. Cara pengajuan sesuai Pasal 7, Wajib Pajak (WP) atau UMKM yang memiliki peredaran bruto tertentu harus menyampaikan laporan realisasi PPh final ditanggung pemerintah.

“Sebelumnya, pelaku usaha UMKM harus mengajukan Surat Keterangan PP 23 untuk bisa memanfaatkan insentif pajak ini,” tulisnya, dikutip Nalar.ID.

Ditanggung Pemerintah

Selain itu laporan realisasi PPh final di tanggung pemerintah, meliputi PPh terutang atas penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak, termasuk dari transaksi dengan Pemotong atau Pemungut.

Insentif PPh final juga ditanggung pemerintah. Ini diberikan berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Wajib Pajak sepanjang memiliki surat keterangan sebelum laporan disampaikan.

Pemotong atau Pemungut Pajak harus membuat Surat Setoran Pajak atau cetakan kode billing yang dibubuhi cap atau tulisan “PPh FINAL DITANGGUNG PEMERINTAH EKS PMK NOMOR …/PMK.03/2020” atas transaksi yang merupakan objek pemotongan atau pemungutan PPh.

Kemudian, laporan realisasi PPh final ditanggung pemerintah, dilampiri dengan Surat Setoran Pajak atau cetakan kode billing, lalu disampaikan oleh Wajib Pajak paling lambat tanggal 20 bulan berikutnya setelah masa pajak berakhir.

Penulis: Febriansyah | Editor: Radinka Ezar

 

 

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi