Nalar.ID

Debut di Indonesia, Bareksa Kenalkan Robo Advisor Berlisensi Penasihat Investasi OJK

Nalar.ID, Jakarta – Bareksa, platform e-investasi terbesar di Indonesia, meluncurkan robo advisor pertama di Indonesia yang mendapatkan lisensi Penasihat Investasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Izin ini dituangkan dalam Keputusan Dewan Komisioner OJK No. KEP-17/D.04/2021 tentang Pemberian Izin Usaha Penasihat Investasi Kepada PT Bareksa Portal Investasi pada 20 April 2021.

Robo advisor ini dinamai BaTaRA. Singkatan dari Bareksa Tactical Robo Advisor. Uji-beta dilakukan selama sembilan bulan, sejak Agustus 2020, yang diikuti 1.000 nasabah. Robo Advisor Bareksa memberi panduan dan pendampingan taktikal bagi investor berdasarkan algoritma dan fitur kecerdasan buatan yang dikombinasikan dengan strategi investasi yang dirumuskan tim analis Bareksa yang memiliki pengalaman panjang di area ini.

“Semoga Robo Advisor Bareksa ini jadi robo advisor yang lebih aman, terpercaya, independen, dan memberi hasil investasi maksimal bagi masyarakat,” kata CEO-Co-founder Bareksa Karaniya Dharmasaputra.

Sebagai robo advisor yang diawasi OJK, Karaniya menyatakan bahwa Robo Advisor Bareksa dipastikan sepenuhnya bergerak independen dan berpihak pada kepentingan nasabah. Metodologi yang diterapkan juga dibuat transparan dan independen. Serta berkala dilaporkan ke OJK sesuai syarat regulasi.

“Rekomendasi investasi Robo Advisor Bareksa ini tidak didasarkan pada kepentingan promo dan marketing apapun,” ujar Karaniya.

Selama kurun waktu uji-beta, tim analis Bareksa terus uji performa secara riil. Serta membandingkan dengan performa robo advisor lain. Sejauh ini imbal hasil investasi berdasarkan rekomendasi Robo Advisor Bareksa terbukti lebih maksimal.

Bahkan mengungguli Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Rekomendasi Robo Advisor Bareksa dipersonalisasi berdasarkan profil risiko nasabah. Berbeda dengan robo advisor lain, Robo Advisor Bareksa merumuskan strategi dan rekomendasi investasi tidak secara statis berdasarkan profil risiko.

Namun, juga memberi rekomendasi alokasi reksadana untuk memaksimalkan hasil investasi. Rekomendasi dibuat dinamis, tidak statis, dengan memasukkan parameter perubahan kondisi pasar modal dan ekonomi makro.

Selain itu, untuk memitigasi risiko dan memaksimalkan hasil investasi, produk yang direkomendasikan dibuat selektif. Hanya reksadana pilihan dari 15 Manajer Investasi terbaik.  

“Selain itu kini nasabah juga bisa memiliki akses mudah terhadap layanan Penasehat Investasi yang saat ini masih cukup mahal bagi sebagian besar masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi