Nalar.ID

Debut Manis Bella Nova dan Prekuel Film Dilan

Jakarta, Nalar.IDDilan 1991, salah satu film laris lebih dari 6 juta penonton yang paling ditunggu-tunggu segera rilis di 2019. Sebelum film rilis, euforia dan riuh penyambutan film karya sutradara Fajar Bustomi ini sudah mulai terasa sejak akhir 2018.

Di Bandung, Jawa Barat, contohnya. Baliho besar film itumerangsek’ ke sejumlah sudut dan ruas jalan kota. Sebab, pada 24 Februari mendatang, bakal digelar acara ‘Hari Dilan’ di kota itu.

Menariknya, ditengah keriuhan film itu, muncul lagu berjudul Rindu Itu Berat. Lagu rilisan 11 Februari lalu ini cukup populer. Bahkan viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Adalah Bella Nova, penyanyi cantik yang menyanyikan lagu itu.

Lagu ciptaan Tjahjadi/Ishak dari Sani Musik ini begitu melekat dan ikonik oleh film Dilan 1990, prekuel Dilan 1991. Pasalnya, judul lagu itu merupakan salah satu kata-kata paling diingat di film Dilan 1990.

“Inspirasi judul lagu ini dari kata-kata viral di masyarakat,” ujar Bombom, perwakilan manajemen label Sani Musik, dihubungi Nalar.ID, Senin (18/2).

Inspirasi Film

Pihaknya tak membantah jika lagu ini dinilai mengekor popularitas film Dilan 1990. “Alhamdulillah, kami berterimakasih. Inspirasinya memang dari karya Dilan 1990,” sambungnya, Bombom.

Bella bersyukur dan bangga dipercaya membawakan debut lagunya ini. Katanya, ini adalah rezeki. Menurut penuturan Bombom, Bella ditunjuk membawakan lagu ini, mungkin merasa ia penyanyi muda sekaligus pendatang baru. “Juga cocok menyanyikan lagu ini sesuai karakter lagu,” jawabnya.

Untuk menggambarkan muatan lirik, lagu, dan kaitan dengan cerita film, video klip lagu ini dibuat kental ala nuansa film Dilan 1990. Misalnya, saat video klip, Bella mengenakan seragam sekolah menengah atas(SMA). Sementara, model pria juga mengenakan seragam serupa plus skuter-nya.

Konsep video klip dibuat dengan nuansa milenial khas musik dangdut. “Konsep (video klip) untuk anak muda dan anak sekolahan,” imbuhnya .

Proses syuting klip disutradarai oleh Maxtonespro. Syuting dikerjakan selama 3 jam di kawasan Kebayoran, Jakarta Selatan. Sementara proses rekaman di studio hanya menelan waktu 1 jam.

Penulis: Veronica Dilla| Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi