Nalar.ID

Diresmikan Presiden Jokowi, Ini Kapsul Waktu Kebanggaan Anak Indonesia

Merauke, Nalar.ID – Monumen Kapsul Waktu di Merauke, Papua, yang menyimpan Impian Indonesia 2015 – 2085, rampung dibangun. Presiden Joko Widodo meresmikan monumen seluas 2,5 hektare tersebut, Jumat (16/11) lalu. Lokasinya yang dekat Bandara Mopah, akan menjadikan monumen ini sebagai landmark baru kota Merauke, yang bisa dilihat saat pesawat mendarat.

“Monumen ini menyimpan pesan-pesan dan harapan anak-anak Indonesia untuk 70 tahun ke depan,” kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono di Merauke, Papua, dalam siaran tertulis diterima Nalar.ID, Kamis (15/11).

Basuki menjelaskan bahwa impian anak-anak Indonesia sepanjang 2015 – 2085 yang disimpan dalam kapsul tersebut berasal dari anak-anak muda di seluruh provinsi di Indonesia.

Presiden meresmikan Monumen Kapsul Waktu di Merauke, Papua, Jumat (16/11). (Nalar.id/Media Indonesia)

“Impian ini dihimpun tahun 2015, lewat ekspedisi melintasi 34 provinsi. Di setiap provinsi, anak mudanya menulis keinginannya 70 tahun ke depan. Kemudian disimpan di sini. Setelah itu di las, dan akan dibuka tahun 2085,” jelasnya.

Monumen ini dibangun oleh Kementerian PUPR melalui kegiatan ruang terbuka hijau (RTH) mulai 2016. Bangunan ini dialokasikan oleh DIPA Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) di Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR.

Tahap 1, pembangunan dilakukan tahun 2016, berupa pekerjaan pondasi dengan anggaran Rp 7 miliar. Dilanjutkan tahap II, sejak Juli 2017, dan selesai November 2018, dengan biaya konstruksi sebesar Rp 82,9 miliar. Bertindak selaku kontraktor adalah PT. Nindya Karya.

Pertumbuhan Ekonomi Lokal

Arsitektur monumen yang di desain oleh arsitek prinsipal Yori Antar Awal ini mengadopsi unsur budaya Papua. Kapsul ini ditempatkan di atas bangunan tugu. Yakni terinspirasi dari menara perang Suku Dani, dengan lima akses masuk bangunan yang merepresentasikan lima suku asli Merauke (Malind, Muyu, Mandobo, Mappi dan Auyu) sebagai penjaga tugu kapsul waktu.

Angka 17, 8, dan 45, yang memiliki makna spesial bagi Indonesia. Seperti tanggal, bulan, dan tahun kemerdekaan, dipilih sebagai ukuran monumen, yakni lebar 17 meter, tinggi 8 meter, dan panjang 45 meter. Bagian dalam monumen juga dihiasi relief mengenai perjalanan Republik Indonesia, Pancasila, serta kebudayaan Papua.

Dari total luas monumen 1,5 hektare, digunakan sebagai alun-alun. Selain menjadi ruang terbuka publik dan lokasi wisata bagi masyarakat Merauke,monumen ini diyakini akan membangkitkan pertumbuhan ekonomi lokal.

“Pembangunan monumen ini menunjukkan perhatian dan penghargaan besar dari presiden bagi masyarakat Papua, khususnya bagi Merauke,” imbuh Basuki.

Gagasan pembangunan monumen ini merupakan bagian dari Gerakan Ayo Kerja, sebagai bagian dari civil society. Serta disetujui oleh Jokowi untuk menjadi gerakan bangsa mewujudkan mimpi dan harapan generasi muda menuju Indonesia maju.

Penulis: Ceppy F. Bachtiar | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi