Nalar.ID

Dituduh Radikal di Buku Ajar Sekolah, Lembaga Ini Protes Kemendikbud

Jakarta, Nalar.ID – Lembaga Pendidikan Ma’arif Pengurus Besar Nadlatul Ulama (LP Ma’arif PBNU) menyambangi pihak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaaan (Kemendikbud) di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Rabu (6/1).

Pertemuan berlangsung dua jam. Kedua pihak membahas mengenai kisruh buku ajar Madrasah Ibtidaiyah (MI) atau sekolah dasar. Pasalnya, di buku itu memuat materi NU termasuk dalam organisasi radikal.

“Kami membahas protes keras buku yang mencantumkan NU sebagai organisasi radikal,” kata Ketua LP Ma’arif PBNU H. Arifin Junaidi, Rabu (6/1).

Halaman di buku pegangan siswa kelas V SD/MI tema 7 berjudul Peristiwa dalam Kehidupan. Buku edisi revisi 2017 itu menuai polemik di kalangan Nahdlatul Ulama (NU) - nalar.id
Halaman di buku pegangan siswa kelas V SD/MI tema 7 berjudul Peristiwa dalam Kehidupan. Buku edisi revisi 2017 itu menuai polemik di kalangan Nahdlatul Ulama (NU). NALAR/Kompas.com.

Arifin menyebut, penyebutan NU sebagai organisasi radikal berpotensi memicu disintegrasi bangsa. “Padahal, pelajaran sejarah mestinya bisa membuat subur nasionalisme. Kami ada tiga tuntutan. Semua dipenuhi Kemendikbud. Alhamdulillah,” katanya.

Pertama, menarik buku itu dari peredaran. Lalu menghentikan pencetakan untuk guru atau siswa. Kedua, revisi materi buku melibatkan LP Ma’arif PBNU. Terakhir, mitigasi guna mencegah penulisan buku yang tak sesuai fakta dan mendiskreditkan NU dengan melibatkan LP Ma’arif PBNU.

Pertemuan turut dihadiri Wasekjen PBNU H. Masduki Baedowi dan beberapa pengurus LP Ma’arif PBNU. Dari pihak Kemendikbud, dihadiri oleh Sekjen Kemendikbud Didik Suhardi dan beberapa pejabat Kemendikbud lain.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi