Nalar.ID

Diumumkan 1 November 2018, Ini Hitungan Kenaikan Upah Minimum 2019

Nalar.ID, Jakarta – Kabar bahagia bagi para karyawan dan pekerja di Tanah Air. Pemerintah, dalam hal ini, Kementerian Tenaga Kerja, telah menetapkan upah minimum provinsi (UMP) tahun 2019 sebesar 8,03 persen. Pemerintah meminta para gubernur untuk mengumumkan kenaikan upah ini secara serentak, terhitung pada 1 November 2018.

“UMP tahun 2019 ditetapkan. Diumumkan oleh masing-masing gubernur secara serentak pada tanggal 1 November 2018. Sedangkan UMK (upah minimum kota) 2019 ditetapkan dan diumumkan selambat-lambatnya pada 21 November 2018,” tulis, bunyi Peraturan Presiden Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan, atau PP No.78 Tahun 2015.

Ketentuan tertulis tersebut berdasarkan surat nomor 8.240/M-Naker/PHISSK-UPAH/X/2018, dimana penetapan UMP dan UMK, menggunakan formula perhitungan upah minimum. Maksudnya, upah minimum ditetapkan sama dengan upah minimum tahun berjalan ditambah inflasi dan pertumbuhan produk domestik bruto. Pola ini dihitung dari pertumbuhan domestik bruto, mencakup periode kuartal III dan IV tahun 2017 dan periode kuartal II tahun berjalan.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi nasional saat ini adalah sebesar 2,88 persen, dengan pertumbuhan ekonomi 5,15 persen. Dengan demikian, lanjut bunyi surat itu, “Kenaikan UMP dan atau UMK 2019 berdasarkan data inflasi nasional dan pertumbuhan ekonomi yaitu 8,03 persen.”

UMK dan UMP, yang sudah ditetapkan gubernur di atas, berlaku mulai 1 Januari 2019.

Penulis: Ceppy F. Bachtiar | Editor: Ezar Radinka | Sumber: BPS, Kemenaker

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi