Nalar.ID

Do and Don’t Busana Lebaran ala Drg. Rita Dinah Kandi

Nalar.ID – Masih bingung ingin berbusana seperti apa saat Lebaran nanti? Dokter gigi Rita Dinah Kandi berbagi ilmu. Katanya, tidak ada salahnya kalau mulai mempertimbangkan sejumlah faktor penting.

Selain bagus, kenyamanan dan fleksibelitas saat mengenakan juga harus diperhitungkan. Ia menyarankan, pilihlah busana sesuai dengan tema lebaran yang tren saat ini.

“Juga disesuaikan dengan bentuk tubuh. Yang sopan. Mungkin bisa kembakaran sekeluarga atau warna senada, dengan model sopan. Warna nude, pastel di siang hari dan lebih gelap di malam,” jelasnya, kepada Nalar.ID, Minggu (2/6).

Ia menilai, tren mode busana lebaran kali masih sama dengan tahun sebelumnya. Yakni model dress atau kaftan modern. Lalu, dipadu dengan batu-batu atau payet etnik seperti Swarowsky.

Drg. Rita Dinah Kandi - nalar.id
Drg. Rita Dinah Kandi. NALAR/Dok.pribadi.

Untuk lebaran nanti, Rita pun telah menyiapkan model. “Saya kenakan warna nude, motif polos, dipadu brokat, ada batu-batu kecil atau payet dan Swarowsky di dada. Sekitar manset tangan simple elegan, dipadu aksesoris mutiara coker di leher. Ditambah kerudung warna senada,” tukasnya.

Terbiasa berpenampilan hijab, elegan dan sopan, Rita, menilai, masih ada beberapa kesalahan seseorang ketika berbusana lebaran.

Apa saja kesalahannya? “Tidak menyesuaikan tempat kemana ia berkunjung. Enggak menyesuaikan body (gemuk atau kurus), warna dan bahan salah, sehingga tidak comfort dipakai dan tidak nyaman,” ungkapnya.

Rita menyarankan, pilihlah bahan tidak panas. Selain itu, warna yang tidak menyerap panas matahari dan nyaman dipakai.

Sementara itu, pemilihan bahan juga pertimbangan. “Hindari bahan material yang panas, yang enggak bikin gatal, dingin dan enggak tebal. Hindari juga aksesoris berlebihan. Mungkin warna putih lebih bersih, suci kembali ke fitri,” imbuhnya.

Disisi lain, ada sejumlah kecenderungan, seseorang mengenakan busana lebaran yang tren tanpa memikirkan kondisi kepribadian masing-masing. Bagi Rita, hal ini kurang pantas.

“Apalagi yang sudah berumur memakai baju seperti abege atau kurang sopan. Pakaian tidak sesuai dengan kepribadian, memang terlalu dipaksakan sehingga kurang baik untuk penampilan,” tutupnya.

Penulis: Erha Randy | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi