Nalar.ID

Dokter Gigi Rita Dinah Kandi: Kualitas Dokter Indonesia Harus Setara Asing

Nalar.ID – Belum lama ini, Indonesia menjadi salah satu dari 10 negara yang ikut tanda tangan kesepakatan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Selain itu, harus dituntut siap menjadi subjek dan berperan penting dalam kerja sama regional.

Skema kerja sama MEA itu, meliputi bidang kesehatan dengan cakupan luas. Mulai dari alat kesehatan, obat-obatan, sumber daya manusia, hingga investasi pembangunan, hingga penyediaan fasilitas kesehatan.

Setara Kompetisi

Dalam keterangan sejumlah media belum lama ini, Prof. Dr. Budi Wiweko, Sp.OG (K)., MPH., sekaligus Ketua Bidang Hubungan Internasional dan Kerja Sama MEA dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menuturkan, Indonesia harus setara dalam kompetensi. Selain itu pemberian lisensi praktik dan mobilitas tenaga ahli di kawasan ASEAN.

“Bukan berarti dokter Indonesia akan praktik di luar negeri di ASEAN. Tetapi harus siap saat nanti terjadi mobilisasi tenaga kesehatan di negara-negara ASEAN,” kata Budi, dalam seminar tentang kesehatan di Jakarta, Rabu (24/4) lalu.

Budi menambahkan, dokter-dokter Indonesia harus memiliki kompetensi, profesionalisme, dan kemampuan yang sama dengan dokter di Malaysia, Thailand, Singapura, Brunei, Vietnam, atau negara lain.

dokter gigi rita dinah kandi - nalar.id
Dokter gigi Rita Dinah Kandi tengah menangani pasien di kliniknya di Jakarta. NALAR/Dok.pri.

Dihubungi terpisah, Rabu (1/5), drg. Rita Dinah Kandi berpendapat, kalau bisa, dokter-dokter Indonesia juga harus bekerjasama dalam hal fasilitas kesehatan, obat-obatan, dan sumber daya manusia.

“Karena negara kita harus punya orang-orang yang bisa maju dengan teknologi pemberdayaan semua. Terutama dalam bidang kesehatan agar Indonesia bisa maju berkembang pesat seperti negara-negara yang sudah maju dalam bidang kesehatan,” jelas Rita.

Rita ikut mengomentari pendapat Prof. Dr. Budi Wiweko yang mengatakan jika Indonesia harus setara dalam kompetisi dan pemberian lisensi praktik serta mobilitas tenaga ahli di wilayah negara Asean.

“Itu sudah sangat relevan,” imbuhnya.

Komitmen Benahi Fasilitas Rumah Sakit

Sementara, dalam permasalahan lain, ada sejumlah rumah sakit di Indonesia dimiliki pihak asing. Tentu, rumah sakit – rumah sakit tersebut ingin memiliki tenaga dokter berkualitas. Sebab itu, dokter Indonesia harus memiliki kualitas setara dengan dokter asing.

“Memang, sangat besar tantangan para dokter di Indonesia dalam meningkatkan kinerja dan bersaing dengan dokter-dokter setaraf internasional. Ilmu kedokteran harus terus berkembang karena ini komitmen terhadap profesi,” ungkap Rita.

Meski demikian, profesi dan dunia kedokteran di Tanah Air harus dibenahi. Terutama, kata Rita, dalam hal sumber daya manusia.

“Lalu komitmen untuk fokus dan tanggung jawab terhadap pekerjaan dengan membenahi fasilitas rumah sakit. Kemudian, sosialisasi menggunakan fasilitas-fasilitas rumah sakit dengan baik, maintenance alat-alat, dan menggunakan semaksimal mungkin,” tutupnya.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi