Nalar.ID

Dorong Evaluasi Pelayanan Masyarakat Sektor Perkeretaapian

Nalar.ID, Jakarta – Belum lama ini, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Andi Iwan Darmawan Aras memimpin rapat dengar pendapat dengan Ditjen Perkeretaapian, Dirut PT Kereta Api Indonesia (KAI), Dirut PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Dirut PT Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta, dan Dirut PT Lintas Raya Terpadu (LRT) Jakarta.

Dalam rapat ini, Komisi V meminta para pemangku kepentingan di bidang kereta api meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi untuk mendukung kualitas pelayanan ke masyarakat pengguna jasa transportasi perkeretaapian.

Andi Iwan mengungkapkan Komisi V meminta Ditjen Perkeretaapian untuk evaluasi terhadap program Public Service Obligation (PSO) serta Infrastructure Maintenance and Operation (IMO) dan Track Access Charge (TAC) sebagai bagian tanggungjawab negara terhadap pelayanan masyarakat utamanya pada sektor perkeretaapian.

“Komisi V DPR RI meminta Ditjen Perkeretaapian, PT KAI, PT KCI, PT MRT Jakarta, dan PT LRT Jakarta memperhatikan masukan dan saran Komisi V DPR RI,” ujar Andi Iwan, di Gedung Nusantara, Senayan, Jakarta, belum lama ini.

Rapat ini membahas jaringan kereta api seluruh Indonesia. Serta pengembangan teknologi kereta api, pemenuhan SPM perkeretaapian, dan kendala yang dihadapi. Komisi V ini juga memberi sejumlah catatan penting bagi pemangku kepentingan di bidang kereta api.

Di antaranya, meningkatkan koordinasi dengan pemda terhadap penutupan perlintasan sebidang yang tidak memiliki izin, melakukan pengawasan secara intensif terhadap sarana dan prasarana perkeretaapian, termasuk fasilitas perkeretaapian yang ramah terhadap perempuan, lansia dan disabilitas.

Komisi V juga meminta agar para pelaku di bidang kereta api melakukan kajian terhadap pengembangan jaringan perkeretaapian pada wilayah yang memiliki potensi ekonomi.

Lalu, meningkatkan integrasi dengan moda transportasi lainnya, termasuk di pelabuhan penyeberangan, melakukan kajian terkait rencana pemindahan ibu kota negara, dan meningkatkan program Padat Karya Tunai (PKT) di sektor perkeretaapian.

Penulis: Febriansyah | Editor: Febriansyah

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi