Nalar.ID

Dorong Isu Ketahanan Global dalam G20 Indonesia 2022

Nalar.ID, Bogor – Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga menjelaskan, Indonesia di keketuaan G20 pada 2022 merupakan momentum berharga, bukan hanya sebatas seremonial.

Melalui forum strategis itu, Indonesia bisa menyuarakan agenda prioritas nasional dan kepentingan negara berkembang.

Menuju momen itu, Indonesia mendorong pembahasan isu ketahanan rantai nilai global (global value chains/GVCs).

“Forum G20 merupakan forum strategis bagi Indonesia untuk menyuarakan agenda prioritas nasional dan kepentingan negara berkembang. Perlu common understanding negara anggota G20 dalam menciptakan rantai nilai global yang memberi manfaat dan meningkatkan partisipasi industri nasional. Khususnya dalam konteks pemulihan ekonomi nasional dan global,” kata Wamendag Jerry, dalam diskusi, di Bogor, Jawa Barat, belum lama ini.  

Wamendag Jerry juga menegaskan pentingnya konsistensi narasi dan praktik perdagangan global yang terbuka, bebas, dan adil. Dengan kata lain, seluruh negara dapat berpartisipasi dalam rantai nilai global. Isu lain yang perlu menjadi perhatian adalah regulasi mengenai ekonomi digital yang perlu diterjemahkan secara lebih komprehensif.

Hasil FGD ini nantinya diharapkan dapat memperkaya perspektif dan kematangan isu prioritas yang akan diusung Indonesia pada kelompok kerja perdagangan dan investasi di G20.

Forum G20 terdiri atas 19 negara dan Uni Eropa. Mewakili 80 persen pendapatan domestik bruto dunia, 75 persen perdagangan global, dan dua-per-tiga penduduk dunia.

Berdasarkan mandat Riyadh Summit Leaders Declaration yang disahkan pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 2020, Indonesia akan memegang keketuaan G20 pada 2022.

Kementerian Perdagangan selaku instansi penjuru perundingan G20 Trade and Working Group (TIWG) di bawah Sherpa Track akan memimpin rangkaian pertemuan kelompok kerja. Serta perundingan untuk menyepakati komitmen di tingkat menteri perdagangan G20.

Penulis: Febriansyah | Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi