Nalar.ID

DPR: KTT ASEAN Momentum RI Pacu Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Nalar.ID, JAKARTA – Anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani meyakini KTT ASEAN ke-43 di Jakarta menjadi momentum emas bagi Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Adanya komitmen bersama menjadikan Asean sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru dunia, harus diikuti dengan kerjasama-kerjasama yang konkret pada sektor ekonomi, pembangunan dan perdagangan.

“Momentum ini harus kita manfaatkan dengan baik. Ketika kesepakatan besar sudah dibangun untuk menjadikan kawasan ini sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di dunia dan tidak terjebak pada kekuatan di luar ASEAN yang cenderung konfrontatif, maka perlu pengaturan strategis yang lebih konkret sebagai langkah tindak lanjut,” ungkap Christina, dalam keterangan tertulis, Sabtu (9/9/2023).

Christina menjelaskan aspek kerja sama ekonomi strategis di lingkungan Asean yang bisa dijajaki antara lain integrasi pasar yang bisa memfasilitasi pergerakan barang dan modal menjadi lebih mudah, termasuk menyeleraskan kebijakan untuk memudahkan pelaku UMKM di lingkup Asean. 

“Hal-hal ini jika disepakati dalam kerjasama yang lebih konkrit dan detail saya meyakini Asean akan tumbuh lebih dahsyat lagi ekonominya. Dan tentu ikut memberi dampak pada ekonomi dunia yang cenderung konfrontatif saat ini. Indonesia harus jadi pelopor,” lanjutnya.

Sikap Indonesia dan Asean yang mengedepankan nilai-nilai keterbukaan, kesetaraan, persahabatan dan tidak terjebak pada adu domba kekuatan-kekuatan besar menurut dia sudah tepat. 

“Apa yang menjadi sikap Indonesia dan Asean sangat dibutuhkan dunia saat ini. Asean ini ibarat perempuan cantik yang dilirik banyak orang utamanya kekuatan-kekuatan besar. Tapi, selama komitmen sama untuk tidak terjebak di antara konfrontasi-konfrontasi yang ada maka Asean akan menjadi lebih kuat lagi. KTT kali ini menjadi kesempatan yang baik untuk memperkuat posisi itu utamanya dalam bidang ekonomi,” pungkasnya.

Editor: Febriansyah

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi