Nalar.ID

DPR: Pekerja Informal Dominasi Angka Pekerja

Nalar.ID, JAKARTA – Pekerja Informal di Indonesia mendominasi jumlah sektor tenaga kerja secara keseluruhan. Data BPS per Februari 2023, pekerja informal mendominasi 83,34 juta orang atau setara 60,12% dari total pekerja. Sedangkan, pekerja sektor formal sebanyak 55,29 juta orang.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati menyebut banyaknya pekerja informal juga harus diikuti dengan hadirnya perlindungan ketenagakerjaan. Kurniasih mendorong kehadiran program Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Ketenagakerjaan, yang sudah berjalan di BPJS Kesehatan. Sebab mayoritas pekerja informal tidak mendapat jaminan keberlangsungan upah dari pekerjaan yang dilakukan. 

“Jika tenaga kerja kita sudah didominasi pekerja informal maka perlindungan bagi mereka wajib hukumnya. Saya mengusulkan dan mendorong hadirnya PBI BPJS Ketenagakerjaan agar para pekerja informal ini terlindungi dan memiliki tabungan masa depan,” sebut Kurniasih dalam keterangan tertulis, Kamis (31/8/2023).

Politisi dari F-PKS ini menyebutkan, pekerja informal seringkali bekerja tanpa perlindungan sosial yang memadai, seperti jaminan kecelakaan kerja dan jaminan hari tua. BPJS Ketenagakerjaan dapat memberikan perlindungan ini, sehingga pekerja informal memiliki jaminan jika mengalami kecelakaan atau saat memasuki masa pensiun.

“Catatannya dengan skema PBI sebab mereka tidak memiliki kepastian penghasilan sebagaimana pekerja formal dan sektor informal terbukti telah membantu menyediakan lapangan pekerjaan terlebih lagi pasca Covid-19,” ujarnya.

Anggota DPR RI Dapil DKI Jakarta II ini menambahkan di DKI Jakarta sendiri juga mengalami kenaikan jumlah pekerja informal dari 34,78 persen menjadi 36,8 persen per Februari 2023 menurut data BPS DKI Jakarta. Pemberian PBI BPJS Ketenagakerjaan juga akan mengurangi gap sosial yang timbul seiring meningkatnya sektor informal di Indonesia.

“Hadirnya PBI BPJS Ketenagakerjaan juga akan membantu mengurangi kesenjangan sosial. Dengan memberikan akses yang sama terhadap perlindungan sosial, kita dapat mengurangi disparitas antara pekerja formal dan informal. Tukang ojek, buruh bangunan, pedagang kaki lima, asisten rumah tangga harus juga mendapatkan perlindungan sosial di lingkup pekerjaannya,” katanya.

Editor: Febriansyah 

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi