Nalar.ID

Duet Ibu dan Anak, Ini Karya Anyar Irene Mus Mulyadi

Nalar.ID – Helen Sparingga merupakan salah satu penyanyi andalan JK Records. Ia memiliki karir bermusik cukup panjang. Helen memulai karier menyanyi bersama Nancy Sparingga, kakak kandungnya dalam duo ‘Sparingga Sisters’.

Di Jawa Timur dan sekitarnya, duo ini sempat dikenal. Sayang, duo ini tak berumur panjang. Grup ini langsung terhenti usai Helen menikah dengan Mus Mulyadi, maestro keroncong Indonesia pada 8 Mei 1975.

Sejak menikah, karir menyanyi Helen terhenti walaupun hasrat untuk bermusik tak pernah padam. Mus Mulyadi yang memahami hal ini, awal 1980 memberi lampu hijau pada ibu dari kedua anaknya untuk kembali menyanyi.

Dalam waktu singkat, Helen rekaman dan merilis album ‘Cintaku Terhalang Tradisi’. Diikuti ‘Di Puncak Bukit’. Sayangnya, sambutan pasar saat itu kurang menggembirakan.

Helen Sparingga dan JK Records

Tahun 1984, JK Records mengajak Helen bergabung. Setahun kemudian, atau Agustus 1985, JK Records melansir album Helen bertajuk ‘Birunya Cintaku’ yang langsung merebut hati pecinta musik lagu pop. Dalam waktu singkat album ini mencatat angka penjualan hingga 500 ribu kopi.

Kesuksesan ini diikuti album kedua ‘Semerah Duka Dihati’ pada September 1986 dan ketiga yang fenomenal, ‘Antara Hitam dan Putih’ pada November 1987. Disusul album berikutnya hingga terakhir, ‘Romo Ono Maling’ pada Agustus 1992.

Sejak album terakhir, Helen memilih mundur dari dunia rekaman. Ia menyibukkan diri bersama keluarga. Ketika diabetes membuat Mulyadi kehilangan penglihatannya, Helen mendedikasikan waktunya untuk mengurus suami. Pada 14 April 2019, Mulyadi tiada.

Helen dan Karya Baru

Kini setelah lama istirahat dari dunia musik, kesempatan bernyanyi datang lagi. JK Records merilis album baru Helen: ‘Jangan Beri Aku Rindu’.

Leonard “Nyo” Kristianto - nalar.id
Leonard ‘Nyo’ Kristianto. NALAR/Dok.pribadi.

Album yang diluncurkan 27 tahun setelah album terakhirnya ini dirilis di seluruh kanal digital. Secara khusus, album ini disiapkan bagi pecinta lagu ‘Jeka’ dan generasi muda.

Ini terlihat dari aransemen lagu di album ini. Dimana, memadukan nuansa musik khas ‘Jeka’ dengan sentuhan musik kekinian. Album yang bercerita tentang cinta, rindu, dan kasih yang setia ini diluncurkan sebagai pelepas rindu Helen pada dunia musik. Sekaligus ungkapan kasih pada suami tercinta.

“Ini surprise banget buat aku. Enggak nyangka lagu lama bisa rilis tahun ini. Ini kebangaan. Terlebih cover-nya berbeda,” katav Helen, ditemui di Studio JK, Jalan Musi 43, Cideng, Jakarta Pusat, belum lama ini.

Helen dan Irene Mus Mulyadi

Bersamaan dengan munculnya album terbarunya, ‘Jangan Beri Aku Rindu’, Irene Mus Mulyadi, putri sulung Helen dan Mulyadi, juga meluncurkan dua single lagu keroncong, Rangkaian Melati dan Dinda Bestari.

Kemampuan Irene menyanyi keroncong ditemukan oleh JK Records ketika ia kembali ke Indonesia dalam rangka mengantar kepergian sang ayah. Ketika bertemu Irene, Leonard “Nyo” Kristianto mengajukan tawaran untuk menyanyi satu dua lagu. Ini disambut baik oleh Irene.

“Terima kasih Pak Nyo, bisa dikasih kesempatan rekaman lagu keroncong. Apalagi bisa duet dengan Papa saya. Saya enggak nyangka bisa duet dengan Papa dalam satu musik yang baru, walau Papa sudah meninggal. Ini buat saya speechless,” terang Irene, yang saat take vocal menangis.

Persiapan dilakukan cepat. Terutama urusan musik. Nyo tak ingin membuat lagu keroncong biasa. Ia ingin menghadirkan sesuatu yang baru di sana.

”Irene dapat menyesuaikan diri dengan cepat. Proses rekaman berlangsung baik. Irene kalau diduetkan dengan Om Mus, ok, nih,”tukas Nyo.

Pinjam Track Rekaman

Diluar dugaan, baik Helen maupun Irene, menyambut positif ide itu. “Emang bisa?,” ucap Nyo, menirukan reaksi Irene kala itu. Nyo langsung menghubungi label GNP untuk ijin meminjam track rekaman suara Mulyadi.

”Saya bikin musik baru, keroncong. Suara Mus Mulyadi sudah ada dan saya tempel suara Irene pada lagu Dinda Bestari bersama Mus Mulyadi. Tapi rasanya tanggung kalau cuma satu lagu. Karena saya suka lagu rangkaian melati, maka saya produce lagu itu dalam kemasan berbeda. Keroncong itu pilihan saya. Saya mau semua asli, bukan keroncong MIDI. Jadilah saya memakai original player untuk lagu keroncong Rangkaian Melati,” bangga, Nyo.

Khusus untuk lagu Dinda Bestari, Nyo menyatukan Irene dengan ayahnya, Mus Mulyadi. Duet mereka membuat lagu ini menjadi lebih indah dan istimewa. “Karena kemajuan teknik rekaman, mereka bisa tampil bersahutan. Ini menjadi sangat istimewa,”pungkasnya.

Penulis: Veronica Dilla | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi