Nalar.ID

Dugaan Korupsi Proyek 4.200 BTS Kominfo Rugikan Negara Rp 1 T

Nalar.ID, Jakarta – Kejaksaan Agung menyebut kerugian dalam kasus dugaan korupsi penyediaan infrastruktur Base Transceiver Station (BTS) 4G dan infrastruktur pendukung oleh Kominfo menembus Rp 1 triliun.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Dirdik Jampidsus), Kuntadi menyebut kini tengah melakukan penghitungan kerugian dalam kasus dugaan korupsi penyediaan infrastruktur BTS 4G dan infrastruktur pendukung paket 1, 2, 3, 4, dan 5 oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika tahun 2020 sampai 2022.

Menurut Kuntadi, dari hasil penghitungan sementara total kerugian negara masih dalam diperkirakan mencapai Rp 1 triliun.

“Pembangunan BTS dan sarana pendukung dilakukan di 4.200 titik dari tiga konsorsium yang tengah disidik,” tukasnya.

Penyidikan perkara ini meliputi wilayah-wilayah terpencil di Indonesia dengan total nilai proyek pengadaan BTS tersebut diketahui sekitar Rp 10 triliun. Di antaranya, meliputi wilayah Indonesia terluar. Ada 4.000 sekian titik.

Dari tiga konsorsium itu, ada lima paket. Rrinciannya sebagai berikut:

• Paket 1: Kalimantan 269 titik dan Nusa Tenggara 439 titik.

• Paket 2: Sumatera 17 titik, Maluku 198 titik, Sulawesi 512 titik.

• Paket 3: Papua 409 titik dan Papua Barat 545 titik.

• Paket 4: Papua 966 titik.

• Paket 5: Papua 845 titik.

Sebelumnya, perkara ini naik dari tahap penyelidikan ke penyidikan pada Rabu (2/11/2022). Naiknya status penyelidikan ke penyidikan itu berdasarkan pengumpulan alat bukti dan pemeriksaan 60 orang saksi.

Di antara saksi-saksi itu, tim penyidik telah memanggil beberapa orang dari pihak Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo untuk dimintai klarifikasi.

Sebelumnya, Jampidsus Febri Ardiansyah menyebut perkara ini mulai dibuka penyelidikan pada September 2022. Saat itu rentang waktu peristiwa yang diselidik sejak masa pandemi Covid-19.

Pada masa itu Kominfo mengadakan proyek BTS untuk mendukung aktivitas masyarakat yang beralih ke daring.

Penulis: Alamsyah | Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi