Nalar.ID

Dukungan KFDI di Ajang Akbar IIIF 2019

Nalar.ID – Negara Muslim dunia tengah berkumpul dan melakukan pertukaran budaya di Jakarta. Mereka berkumpul selama dua hari, 9 hingga 11 Mei 2019, di Balai Kartini, Jakarta, dalam Indonesia International Islamic Fair (IIIF) 2019.

Salah satu panitia penyelenggara, yakni Sekretaris Jendral (Sekjen) KADIN  Fashion Designer of Indonesia (KFDI) Lea Elfara. Mewakili KFDI, wanita ini mendukung penuh perhelatan IIIF 2019. Pasalnya, ketua penyelenggara IIIF 2019 ialah Hj. Prof. Anna Mariana, SH., MH., MBA., tak lain dewan pembina KFDI.

Menurut Lea, ajang wadah bagi negara Islam berkumpul dan ajang pertukaran budaya ini kali pertama diselenggarakan tahun 2016. Namun, pernah vakum beberapa tahun setelahnya. Sebab itu, IIIF kembali digelar tahun ini dengan nuansa berbeda. IIIF 2019 mengangkat tema ‘Strategi Bisnis Memasuki Pasar Timur Tengah’.

Sekjen KADIN Fashion Designer of Indonesia (KFDI) Lea Elfara - nalar.id
Tamu undangan berfoto bersama penyelenggara dan Syekh Ahmad Al-Misry dalam Indonesia International Islamic Fair (IIIF) 2019 pada 9 – 11 Mei 2019 di Jakarta. NALAR/Dok.pri.

IIIF dibuat agar negara Islam bersatu, besar, dan menjadi kuat. “Ini cita-cita besar yang dimulai dengan komitmen bersama. IIIF 2019 bekerjasama dengan Arab Saudi, karena menurut sejarah, tenun songket pertama kali dibuat di jazirah Arab yang kemudian dikembangkan di Indonesia,” jelas Lea, kepada Nalar.ID, Sabtu (11/5).

Perbaikan Gaya Hidup Islam

Pada pembukaan IIIF 2019, Kamis (9/5/2019), menampilkan peragaan busana karya-karya Marsya Tenun Songket by Anna Mariana. Show Anna kali ini lebih spesifik pada karya tenun songketnya. Selain fashion designer, Anna, merupakan Ketua Tenun Songket Indonesia.

Adapun, IIIF 2019 terdiri atas lima aspek kegiatan. Ada Islamic Culture Expo, Islamic Fashion, Islamic Food & Beverage, Islamic Education & Book Fair, serta Islamic Fair. Selain fashion show, IIIF 2019 dimeriahkan oleh pameran dan atraksi kesenian, seminar, talkshow, kompetisi, bedah buku, dan lainnya.

Sekjen KADIN Fashion Designer of Indonesia (KFDI) Lea Elfara - nalar.id
Sekjen KFDI sekaligus penyanyi Lea Elfara, memberikan buah tangan CD (compact disc) album religi karyanya kepada Syekh Ahmad Al-Misry dalam Indonesia International Islamic Fair (IIIF) 2019 pada 9 – 11 Mei 2019 di Jakarta. NALAR/Dok.pri.

Termasuk menghadirkan sejumlah tokoh, ulama, sosok kreatif, selebritis, hingga partisipan lain. Baik dari Indonesia maupun mancanegara. Pada pembukaan IIIF 2019, dihadiri Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Ustaz Yusuf Mansyur, hingga Syekh Ahmad Al Misry.

Di ajang ini, keikutsertaan KFDI selain terlibat dalam fashion show, namun bazaar oleh para anggota KFDI. Lea berharap, karya para desainer Indonesia bisa diterima di dalam dan luar negeri sehingga bisa menambah pendapatan bagi negara dan masyarakat Indonesia. Khususnya yang bergerak di bidang industri fesyen.

“Termasuk perbaikan gaya hidup Islam yang dipamerkan. Saya berharap, ini membuat Islam tercerahkan dan kembali berjaya,” tukasnya.

Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata (Kemenpar), KADIN (Kamar Dagang dan Industri Indonesia), dan Komite Tetap Timur Tengah. Serta Kantor Utusan Presiden untuk Timur Tengah. IIIF 2019 sejalan dengan upaya Kemenpar dalam membesarkan pariwisata dalam bentuk festival dan pameran keislaman.

Ramadhan Festival

Sebelum terlibat di IIIF, KFDI telah mengadakan acara ‘Ramadhan Festival’ di Mall Basura, Jakarta Timur, pada 1-5 Mei 2019.

Di sisi lain, Lea banyak kesempatan mendapatkan undangan menyanyi di sejumlah acara di bulan ramadan. Mulai dari acara festival ramadan, buka puasa bersama, hingga penggalangan dana untuk misi kemanusiaan Palestina.

“Kebetulan, ada sahabat saya dari Palestina datang ke sini (Indonesia). Kami sudah ada beberapa undangan charity event untuk penggalangan dana warga Palestina,” tambahnya.

Selain undangan tampil, Lea, tengah menyelesaikan lagu terbaru. Dalam lagunya berjudul Atouna El Toufouli, ia berduet dengan Mostafa Nahed, sahabatnya asal Palestina. Lagu ini sedang proses mixing dan mastering. “Tinggal bikin video klip-nya,” imbuhnya.

Terkait dengan aktivitas dan profesi sebagai fashion designer, Lea, menilai bahwa tren mode fesyen muslim yang sedang diminati saat ini ialah ala 70-an dan 90-an. Tren tersebut, kata Lea, kembali hits di tahun 2019.

“Item fesyen seperti celana cullote atau flare, lalu sporty jacket, hingga sepatu boots, adalah beberapa fesyen yang tren di 90-an. Tren ini mulai digemari lagi sekarang. Terutama untuk hijaber yang memiliki gaya boyish dan lebih sporty,” paparnya.

Rupanya, belakangan ini, Lea, sedang addicted dengan jilbab motif print floral yang dipadankan dengan flare dan outer (jacket) tenun atau batik.

Penulis: Veronica Dilla | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi