Nalar.ID

Dukungan Program Sejuta Rumah

Nalar.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Perumahan menyatakan, pelaksanaan pembangunan perumahan khususnya Program Sejuta Rumah perlu dukungan dan kerjasama semua pihak.

Sebab, perumahan tak hanya difokuskan pada program perumahan formal yang dilaksanakan pemerintah, tapi perumahan non-formal yang memerlukan perhatian khusus karena jumlah kebutuhannya cukup besar.

“Guna mewujudkan Program Sejuta Rumah, perlu pola pikir yang sama dan tak hanya fokus membangun rumah saja. Namun, ke depan pemerintah berupaya memanfaatkan potensi di bidang perumahan untuk menggarap hunian yang layak untuk masyarakat di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Iwan Suprijanto di Jakarta, Rabu (22/12/2021).

Selain itu, lanjut Iwan, pihaknya akan melakukan monitoring dan evaluasi. Serta melihat sejumlah kriteria peraturan yang menghambat pembangunan di sektor perumahan. Selain itu, akan menggandeng mitra kerja di bidang perumahan di pusat atau daerah agar pembangunan perumahan untuk masyarakat bisa lebih optimal.

“Kami akan menggerakkan seluruh Direktorat, Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan dan Satuan Kerja Penyediaan Perumahan di daerah untuk menggerakkan pembangunan perumahan di daerah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Iwan menerangkan, salah satu sektor yang belum digarap secara maksimal saat ini adalah program pembangunan rumah non formal. Jumlahnya sekitar 70 – 80 persen dari pembangunan perumahan di Indonesia.

Diketahui, Program Sejuta Rumah (PSR) telah berjalan enam tahun sejak dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo di Jawa Tengah pada 29 April 2015 lalu. Jumlah capaian PSR hingga akhir 2020 adalah 5.765.387 unit.

Program ini merupakan salah satu program stategis nasional pemerintahan Joko Widodo guna memenuhi kebutuhan hunian bagi masyarakat. Selain itu, untuk mengejar kekurangan kebutuhan (backlog) perumahan di Indonesia serta mewujudkan hunian layak untuk masyarakat.

Penulis: Febriansyah | Editor: Febriansyah

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi