Nalar.ID

Edar di Tiga Negara, Ini Karya Musik Anyar Abio Salsinha

Jakarta, Nalar.ID – Setahun vakum di dunia tarik suara, aktor, produser film, penulis buku, dan pengusaha konstruksi asal Timor Leste, ini kembali membuat karya musik. Berjudul O Rai Timor, album ini menjawab pertanyaan para penggemarnya yang menunggu karya Abio Salsinha.

“Banyak fans yang selalu tanya dan meminta saya bikin lagu baru lagi. Setahun ini saya vakum bermusik karena sedang fokus membuat film baru (Domin La Sai Realidade, rilis 2019),” jawab, dihubungi, Kamis (6/12).

Abio, yang kini berada di Timor Leste, menuturkan bahwa album ini sedang proses rekaman di studio dan label rekaman Asos Production di Timor Leste. Harapannya, Desember ini, semua mastering sudah selesai dan siap di rilis Februari 2019.

Album pop ini disajikan dalam warna dan konsep musik khas Timor Leste, yakni Tebe-tebe. Atau di Indonesia, biasa disebut istilah musik dangdut.

Era ’90-an

Berisi 10 lagu terbaru, album ini melengkapi total 9 album Abio sejak awal karier bermusik 2008 di Timor Leste. Mulai dari album solo, campuran Indonesia-Timor Leste, natal, rohani, dan lagu khas Timor Leste.

“Lagu-lagunya (di album baru) ini lebih ke memories atau tembang kenangan. Memasukkan nuansa musik dan tema tahun 1990-an. Musik (tebe-tebe) ini memang sudah erat bagi masyarakat disini (Timor Leste). Cocok untuk keluarga yang suka era 20-an tahun lalu dengan aransemen tembang kenangan,” jelasnya.

Abio Salsinha - nalar.id
Abio Salsinha. NALAR/Istimewa.

Abio mengaku, tak sulit menggarap album ini. Ia menilai, lebih sulit saat pengerjaan album pertama hingga ketiga dahulu.

“Dulu, bikin rekaman susah karena ekonomi saya apa adanya. Tapi sekarang, semua rekaman pakai digital dan aransemen cepat selesai. 10 tahun lalu, rekaman masih manual. Satu lagu, bisa dua hari jadi. Dari pengalaman yang ada, ini jadi referensi dan meningkatkan kapasitas,” kata kelahiran 37 tahun silam ini.

Edar Tiga Negara

Rencananya, selain diedarkan di negeri sendiri, album yang dirilis Februari 2019 ini akan diedarkan ke Nusa Tenggara Indonesia, Australia, dan Portugal. Alasannya, musik dan lagunya erat dengan sejarah riwayat ketiga negara itu.

Setelah album solo dan film terbarunya rampung dirilis di Timor Leste, Abio, rencana mampir ke Indonesia. Bukan pindah domisili atau kewarganegaraan, melainkan memenuhi tawaran di industri hiburan di Indonesia. Ia dipercaya membintangi peran di film garapan rumah produksi Indonesia.

“Sebenarnya, kemarin-kemarin dapat undangan dari sutradara sinetron di Indonesia untuk main tapi saya belum sempat. Karena Timor Leste belum lama merdeka, saya harus berbuat dan mengabdi dulu untuk negeri ini,” ungkapnya.

Kembali berkarier di negeri orang, Abio, punya misi khusus. “Untuk mempererat hubungan kedua negara (Timor Leste – Indonesia). Indonesia adalah saudara saya,” tutupnya.

Karena konsep misinya ini, Abio, pernah mendapat penghargaan dari Lembaga Prestasi Indonesia – Dunia (LEPRID), yang diprakarsai Paulus Pangka, tahun 2017. Ia meraih penghargaan tersebut karena dinilai mempererat hubungan bilateral kedua negara.

Penganugerahan itu, turut dihadiri oleh Wakil Menteri Sosial dan pengusaha Eng.Miguel Manetele, dan Wakil Duta Besar Timor Leste di Indonesia. Selama ini, Abio, yang lahir dari keluarga sederhana, dikenal kerap memperkenalkan budaya kedua negara dengan kepentingan persahabatan.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi