Nalar.ID

Efek Covid-19, Pendapatan Masyarakat Indonesia Turun Rp56,9 Juta

Nalar.ID, Jakarta – Sepanjang 2020, pandemi Covid-19 menekan pendapatan rata-rata masyarakat Indonesia. Ini terlihat dari Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita 2020 yang turun.

Bahkan lebih rendah ketimbang 2018. Data BPS menyebut, pendapatan per kapita sepanjang 2020 turun Rp56,9 juta (3.911 dolar AS) per tahun. Pada 2019, PDB per kapita Indonesia mencapai Rp59,1 juta (4.174 dolar AS) dan 2018 Rp56 juta (3.927 dolar AS).

“PDB per kapita menurunan dibandingkan tahun 2021 atas dasar harga berlaku Rp56,9 juta, atau setara 3911,7 dolar AS,” ujar Kepala BPS, Suhariyanto, belum lama ini.

Menurutnya, penurunan PDB per kapita tak terlepas dari pertumbuhan ekonomi 2020 yang minus 2,07 persen. Dari sisi lapangan usaha, banyak sektor usaha yang tertekan. Terutama sektor transportasi dan pergudangan (-15,04 persen) dan akomodasi dan makan minum (-10,22 persen).

Dari sisi pengeluaran, lanjut Suhariyanto, seluruh komponen tumbuh negatif. Konsumsi rumah tangga yang selama ini menopang PDB nasional anjlok 2,63 persen. 

Padahal, tahun 2019, konsumsi rumah tangga tumbuh positif 5,04 persen. Selain itu, investasi anjlok 4,95 persen, ekspor minus 7,7 persen, dan impor terkontraksi 4,71 persen.

Suhariyanto menuturkan, banyak negara tertekan ekonominya akibat Covid-19. Dari negara-negara mitra dagang utama Indonesia, hanya China dan Vietnam yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi secara positif.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar



Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi