Nalar.ID

Eksperimen Jose Poernomo di Film Horor REVA

Nalar.ID, Jakarta – Sosok sutradara Jose Poernomo dikenal luas karena kemampuannya meracik film tema horor. Film Jelangkung tahun 2001 adalah salah satu bukti besar kesuksesannya. Bagai perangko dan lem, horor dan Jose, kerap jalan berdampingan.

Selain men-direct para pemain, Jose, kerap mengeksplorasi dunia horor dalam cermin sinematografi-nya. Termasuk film terbarunya, REVA, yang trailer-nya dirilis di XXI Metropole, Jakarta Pusat, Senin (8/10).

Menariknya, di film ini, sutradara kelahiran 51 tahun silam ini mencoba membangun suasana horor dan penuh ketakutan di siang hari. “Malam dan siang enggak ada batasan. Ini PR (pekerjaan rumah), paling sulit, memang,” singkatnya.

Dalam pandangan sutradara secara umum, film nuansa horor identik dengan kehidupan malam dan sunyi. Namun menurut Jose, bukan persoalan setting waktu melainkan mempermainkan emosi penonton yang membuatnya sangat kesulitan. “Saya enggak bisa bikin orang merasa takut kalau emosi orang itu menolak ditakut-takuti. Beratnya bikin film horor adalah bikin orang takut,” lanjutnya.

Padahal, katanya, rasa takut tergantung dengan emosi penonton. “Ini paling sulit karena membangun suasana takut ini harus digiring dan jadi seram,” jelasnya.

Selain nuansa horor siang hari, di film ini, Jose, ikut menampilkan sosok hantu bernama Gemet Arsane. Di film garapan tiga produser Spectrum Film, Maxima Pictures, dan Unlimited Production ini, Jose, mendaulat Angel Karamoy sebagai bintang utama. Diikuti pemeran lain, seperti Ferry Salim, Wulan Guritno, Pamela Bowie, hingga Dewi Rezer, dan lainnya.

Penulis: Ceppy F. Bachtiar | Editor: Ezar Radinka

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi