Nalar.ID

Episode Gebyar Ambyar KDI: Siapa Lolos?

Nalar.ID, Jakarta – Ajang berbakat Kontes KDI telah masuki episode keempat. Kali ini menampilkan kelompok kontestan terakhir.

Diantaranya Laila (Sidoarjo), Tanjung (Pontianak), Silvi (Pasuruan), Reka (Garut), dan Nando (Sukabumi).

Disiarkan langsung dari Studio 14 MNC Studios, Kebun Jeruk, Jakarta Barat, Senin (24/8/2020) malam, ajang ini menampilkan sederet bintang tamu heboh.

Seperti Betrand Peto, Dory Harsa, Master Limbad, dan bocah viral Kolaka Alwiansyah.

Mengusung tema ‘Gebyar Ambyar’, seluruh peserta akan menyanyikan lagu-lagu ter-ambyar. Sekaligus pemanasan sebelum perhelatan Ambyar Awards 2020 pada Jumat, 28 Agustus 2020 mendatang.

Ditinggal Rabi yang dibawakan Laila (Sidoarjo), menjadi lagu pembuka kontes KDI 2020.

Kali ini, penampilan Laila nampak spesial. Sebab, mengenakan kostum dari Master Igun. Ini membuatnya lebih percaya diri.

“Saya ingin Laila berdandan seperti usianya,” kata Master Igun, dalam siaran tertulis diterima Nalar.ID, Selasa (25/8/2020).

Hampir Pingsan

Meski sempat nyaris pingsan usai membawakan lagu Dalan Liyane, Tanjung, kontestan asal Pontianak ini dapat pujian dari Ayu Ting Ting. Ayu pun ikut merasakan feel.

“Jadi aku ngerasa kebawa sama lagunya,” tambah Ayu.

Tak mau kalah dengan peserta sebelumnya, Silvi (Pasuruan), lewat lagu Jangan Nget-Ngetan, membuat Iis Dahlia terpesona.

“Aura kamu terlihat banget. Mulai penampilan sampai suara. Semua sukses,” tukas Iis.

Selain mereka, Reka (Garut) dengan Mundur Alon Alon; dan Nando (Bekasi) di lagu Kertonyono Medot Janji, sukses membuat para juri takjub.

Tiba si akhir acara duta penjemputan, Betrand Peto mengumumkan siapa yang berhak melaju ke babak selanjutnya.

Akhirnya, Reka (Garut) dan Silvi (Pasuruan), lolos ke babak berikutnya. Sayangnya, langkah Nando (Bekasi), Laila (Sidoarjo), dan Tanjung (Pontianak) terhenti.

Senin (31/8/2020) mendatang, 12 kontestan yang tak lolos di babak sebelumnya bakal kembali berlaga di babak Wild Card.

Penulis: Ceppy F. Bachtiar | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi