Nalar.ID

Evaluasi 2020: RTV Bersih dari Sanksi KPI

Nalar.ID, Jakarta – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengapresiasi PT Metropolitan Televisindo (RTV/Rajawali Televisi) yang sepanjang Oktober 2019 – Desember 2020 tidak pernah dapat surat sanksi dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Catatan bersih ini cukup menggembirakan karena RTV menyadang sebagai televisi untuk anak.

“Ini progres bagus. Di tahun sebelumnya, RTV pernah dapat dua sanksi. Artinya, ada penurunan sanksi,” ujar Wakil Ketua KPI Pusat, Mulyo Hadi Purnomo, dalam evaluasi tahunan lembaga penyiaran televisi swasta berjaringan RTV, belum lama ini.

Penurunan tersebut diikuti oleh menurunnya angka pengaduan masyarakat terhadap RTV. Tahun 2019, KPI menerima aduan publik terkait siaran RTV sebanyak 127 aduan. Adapun, di 2020, pengaduan masyarakat ke KPI hanya 55 aduan. Bahkan, tim pemantauan KPI Pusat hanya mendapati 14 potensi pelanggaran dalam semua tayangan RTV.

Menurut Mulyo Hadi, kebanyakan 14 potensi pelanggaran itu berkenaan dengan norma kesopanan dan kesusilaan. “Serta berkaitan dengan kepentingan publik dan etika jurnalistik,” jelas Mulyo.

Kendati begitu, walau RTV bersih dari sanksi, catatan perolehan penghargaan anugerah penyiaran yang digelar KPI masih minim. Hanya ada tiga penghargaan yang diperoleh RTV sepanjang 2020.

Di antaranya untuk program acara ‘Masjid Bersejarah Nusantara dalam Anugerah Syiar Ramadan 2020’, program acara ‘Dubi Dubi Dam’ dalam Anugerah Penyiaran Ramah Anak 2020, dan program ‘Michael Candra Luar Biasa’ dalam Anugerah KPI 2020.

Oleh karena itu, lanjut Mulyo, jika dilihat dari tidak adanya sanksi dan sedikitnya penghargaan ini, perlu jadi catatan agar ke depan ditingkatkan.

“Salah satunya terkait muatan program luar negeri yang rawan melebihi batas maksimal 40%,” pinta Mulyo.

Di kesempatan serupa, Komisioner KPI Pusat, Nuning Rodiyah, mengapresiasi komitmen RTV yang konsisten pada penayangan program anak.

“Karena tak banyak stasiun televisi mengambil segmentasi program anak. Jika dilihat dari sisi bisnis yang kurang menarik dari pengiklan. Tetapi, RTV bertahan dan tetap menjaga kualitasnya sebagai televisi ramah anak,” tandas Nuning.

Penulis: Veronica Dilla | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi