Nalar.ID

Fakta Atlet Tertua Indonesia Peraih Medali Asian Games 2018

Nalar.ID, Jakarta – Hingga Senin (27/8) malam pukul 20.00 WIB, kontingen Indonesia sudah berhasil mengumpulkan 20 medali emas, 14 perak, dan 27 perunggu. Sementara, Indonesia menempati peringkat 4 klasemen Asian Games 2018.

Ada hal menarik dalam raihan medali. Salah satunya terselip nama Bambang Hartono, peraih medali perunggu di cabang olahraga (cabor) Bridge di Asian Games 2018.

Atlet berusia 78 ini mewakili Indonesia di cabor Bridge. Pria terkaya di Indonesia ini berhasil membawa pulang perunggu dalam nomor super-mixed team, di Ballroom JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Minggu (26/8).

Bernama lengkap Michael Bambang Hartono, sebetulnya, sosoknya sudah mencuri perhatian sejak awal ajang ini berlangsung. Seperti apa sosoknya. Berikut fakta yang dihimpun NALAR.id:

Prestasi

Bambang Hartono, berlaga bersama rekan satu timnya, Bert Toar Polii (64). Mereka berhasil mengumpulkan total 60.000 poin. Ia juga dikenal sebagai pemain Bridge dunia. Sejumlah kejuaraan, pernah diikuti. Tahun 2008 dan 2009, ia pernah memeroleh medali emas. Di 2007, ia pernah menggondol medali perak di World Bridge Championships di Piala Senior Bowl.

Atlet Tertua Indonesia

Bambang, lahir di Kudus, Jawa Tengah, pada 2 Oktober 1939. Artinya, saat ini, ia sudah mencapai usia 78 tahun. Kontan, ini menjadikannya sebagai atlet tertua di kontingen Indonesia dalam gelaran Asian Games 2018.

Salah Satu Terkaya di Indonesia

Di kalangan pebisnis kelas kakap Tanah Air, nama Michael Bambang Hartono sebenarnya sudah tak asing lagi. Ia merupakan pemilik PT. Djarum, perusahaan rokok terbesar di Indonesia yang berlokasi di Kudus, Jawa Tengah. Ia juga masuk jajaran pimpinan di Bank Central Asia (BCA) bersama sang adik, Budi Hartono. Dari data Forbes yang dirilis Maret 2018, Bambang, memiliki kekayaan pribadi sebanyak US$ 16,7 miliar atau sekitar Rp 225 triliun. Ia menempati posisi orang terkaya ke-75 di dunia. Tahun 2017, adik kakak ini, Bambang dan Budi Hartono, berhasil meningkatkan kepemilikan saham BCA, dari level 47persen ke 5 persen. Kini, mereka menjadi orang terkaya di Indonesia selama 9 tahun berturut-turut.

Demam Bridge Sejak Usia 6 Tahun

Ia sudah mulai bermain Bridge sejak usia 6 tahun. Prestasi lainnya, ia pernah mendapatkan penghargaan medali emas dari World Bridge Federation (WBF) tahun 2017. Penghargaan kepada Bambang yang juga Presiden Southheast Asian Bridge Federation (SABF) itu diserahkan langsung oleh Presiden WBF (World Bridge Federation), Gianarrigo Rona, pada opening ceremony ‘51st Asia Pacific Championships’ di Korea Selatan, 28 Mei 2017.

Main Bridge untuk Sehat

Rupanya, ada alasan positif atas terjunnya Bambang ke dunia Bridge. Ia mengaku, menggeluti olahraga permainan kartu ini untuk menjaga daya ingat lebih tajam dan memori otaknya.

Gagal Nazar

Sebelum bertanding, ia sempat bernazar bahwa usai mendapatkan medali emas di Asian Games 2018. Janjinya, ia tak akan mengambil bonus Rp 1,5 miliar yang dijanjikan oleh pemerintah. Ia menyatakan, jika menang, uang itu akan ia sumbangkan untuk kemajuan olahraga Indonesia. Termasuk untuk program latihan atlet.

Penulis: Baktian Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi