Nalar.ID

Fakta Rencana Terbit Aturan Ojol

Jakarta, Nalar.ID – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tengah membuat aturan mengenai transportasi daring atau ojek online (ojol). Diketahui, sebelumnya, moda transportasi roda dua ini nyaris tidak diakui.

Kini, muncul harapan, mereka bisa diakui sebagai transportasi umum. Syaratnya, aturan beres. Berikut sejumlah fakta terkait regulasi ojol. Informasi dihimpun Nalar.ID, Selasa (15/1):

Kesepakatan Ojol dan Pemerintah

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Budi Setiyadi menyatakan, pembuatan regulasi harus dilakukan bersama antara para mitra ojol dengan pemerintah. Tujuannya, agar segera direspon Kemenhub. “Jadi, pemerintah enggak langsung serta-merta bikin aturan,” tambahnya, Jumat (11/1).

Maret 2019, Aturan Target

Sejauh ini, Kemenhub, tengah mengkaji aturan tersebut. Targetnya, rampung Maret 2019. Menurut Budi, belum lama ini, para mitra ojol selalu menanyakan tentang regulasi.

“Ada tiga hal yang sedang dibahas. Suspend, perlindungan, regulasi tarif, keselamatan, hingga keamanan,” ujar Budi.

Tarif Rp2.000 – 2.500 per Kilometer

Pemerintah belum mematok tarif terkait aturan ini. Untuk angka ideal, rencananya, pihaknya mematok tarif batas bawah sekitar Rp2.000 – 2.500 per kilometer (km). Atau lebih rendah dari taksi online, Rp3.500 per km.

Tunjuk 10 Asosiasi

Kemenhub akan menunjuk perwakilan para asosiasi ojol untuk menyusun regulasi bersama. Dari 97 asosiasi, ditunjuk 10 orang perwakilan. Nantinya, perwakilan, bersama pemerintah dan stakeholder lain, bersama menyusun regulasi ini.

Belum Bisa Terbitkan Asuransi Ojol

Perusahaan asuransi negara PT Jasa Raharja (Persero), mengaku belum dapat menanggung asuransi para mitra ojol. Terutama korban kecelakaan tunggal ojol. Pasalnya, ojol bukan angkutan umum resmi. Ini tertuang di Peraturan Undang-Undang 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Penulis: Erha Randy | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi