Nalar.ID

Filler Payudara Amankah? Ini Kata Ade Fitrie Kirana

Nalar.ID, Jakarta – Belum lama ini, heboh postingan selebgram dan model Monica Indah. Ironisnya, di postingan itu, ia mengaku payudaranya berlubang.

Sebabnya, penyuntikan filler payudara di klinik bodong atau abal-abal. Akibatnya, Monica terkena mastitis hingga payudaranya berlubang.

Diketahui, filler yang Monica gunakan menelan dana Rp 14 juta, kemudian berlanjut dengan pengobatan hingga Rp 200 juta. Ia pun menyesal karena risiko cacat yang sukar disembuhkan.

Dalam sebuah podcast YouTube, Ade Fitrie Kirana berbagi pandangan dan edukasi terkait bahaya filler payudara abal-abal. Berikut penuturannya:

Apakah filler payudara berbahaya?

Sebenarnya, sepengetahuan aku, filler ada beberapa jenis: untuk hidung dan bibir. Untuk mengisi dibawah mata atau pipi, itu memang ada dan aman. Kita bisa lihat, itu ter-register atau tidak, terdaftar BPOM (Badan Pengawasa Obat dan Makanan) atau tidak, dan mengandung plastik atau tidak.

Paling penting adalah siapa yang mengerjakan. Apakah ahli di bidangnya, sehingga dia akan memperhatikan. Seperti kesterilan produknya. Dia akan tahu caranya seperti apa.

Jadi, filler itu sebenarnya, yang saya lihat dari pembicaraan dokter dan sharring, itu kategorinya aman kalau benar-benar filler.

Lalu, terkait kasus selebgram Monica Indah?

Yang saya kutip di pemberitaan viral ini, sepertinya ada sesuatu yang tidak selayaknya ditaruh di payudara. Memasukkan suatu zat yang saya enggak tahu bahannya apa.

Yang pasti, kalau implantasi atau bernanah, atau mengakibatkan sesuatu, itu pasti enggak steril pengerjaannya. Kalau pembengkakkan di awal, pasti lah kalau sesuatu masuk ke tubuh kita. Tapi kalau steril, enggak akan panas dingin, berlebihan, atau mengeluarkan cairan-cairan seperti itu.

Sebetulnya, apa arti filler dan kegunaannya dalam tubuh?Cairan cairan hyaluronic acid, yang bisa dimasukkan ke dalam tubuh dan terserap. Makanya, ada yang hard, smooth, hingga medium. Itu bisa dipakai di beberapa tempat sesuai kegunaan. Atau kadar kekentalan dan sebagainya.

Tapi, kita bisa tes kalau filer itu dimasukkan dan tidak bisa dihancurkan, berarti itu silikon. Kalau filer yang baik, akan terserap oleh lemak. Misalnya, kalau sudah masuk ke hidung atau bibir sekitar enam bulan, dia akan balik lagi normal. Tapi kalau silikon, akan menggumpal dan tidak diterima oleh tubuh kita.

Menurut Anda, bagaimana cara bijak untuk memperbesar payudara? Kalau mau paling baik untuk memperbesar payudara, sesuai budget. Kalau pakai tindakan operasi, bisa. Kalau pakai filler payudara, perhatikan klinik-klinik itu. Pastikan memiliki surat izin.

Bagaimana dengan dokternya?

Terdaftar enggak di Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Atau sertifikasi pendukungnya bahwa dokter umum yang mengambil course untuk estetika, dia harus didukung dengan banyak sertifikasi. Jadi pembelajarannya sudah mendalam.

Selain itu?

Sekarang, oknum tersebut bukan dari dokter estetika klinik, ya. Tetapi, mengatasnamakan klinik. Yang melakukannya juga bukan dokter. Mungkin pernah belajar dari dokter, atau melihat dari YouTube. Tapi, kalau membahayakan customer atau orang lain, buat saya miris sekali. Apalagi perempuan.

Penulis: Veronica Dilla | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi